Nasional

BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir

Bagikan:
Peta prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan petir di Tanjung Selor

BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada Minggu, 4 Oktober 2026, meski kondisi kering masih dominan di banyak wilayah Indonesia.

Ringkasan prakiraan

Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kondisi cuaca kering pada Minggu, 4 Oktober 2026. Namun, dinamika atmosfer menyebabkan potensi hujan di sejumlah daerah, termasuk hujan lebat secara lokal di beberapa wilayah.

Faktor penyebab

Prakirawan BMKG, Vita, menjelaskan terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat Aceh. Kondisi ini membentuk daerah perlambatan angin dan pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Prakiraan per wilayah

BMKG merinci sejumlah kota yang berpeluang mengalami hujan atau kondisi khusus. Berikut ringkasan menurut per wilayah:

  • Sumatra: Potensi hujan sedang di Padang; hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu.
  • Jawa, Bali, Nusa Tenggara: Hujan ringan berpotensi di Serang, Bandung, Semarang, dan Mataram. Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
  • Kalimantan: Tanjung Selor perlu waspada hujan disertai petir; hujan ringan juga berpeluang terjadi di Pontianak. Palangka Raya dan Banjarmasin diperkirakan mengalami asap atau kabut, sedangkan Samarinda diprakirakan berkabut.
  • Sulawesi: Hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju; Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
  • Maluku dan Papua: Hujan ringan diperkirakan mengguyur Manokwari dan Jayapura; Ternate, Jayawijaya, dan Merauke berpotensi berawan hingga berawan tebal.

"Di Pulau Sumatra, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Padang. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu,"

"Di Kalimantan, masyarakat Tanjung Selor perlu mewaspadai potensi hujan disertai petir. Hujan ringan juga berpeluang terjadi di Pontianak,"

Awan cumulonimbus yang perlu diwaspadai

BMKG menyatakan keberadaan awan hujan atau cumulonimbus terpantau di beberapa area. Keberadaan awan-awan ini berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan, sehingga menjadi perhatian bagi pengguna jasa transportasi udara.

Daerah yang dipantau dengan potensi awan cumulonimbus antara lain:

  • Sumatra bagian utara hingga tengah
  • Samudera Hindia sebelah barat Sumatera
  • Selat Malaka bagian utara dan tengah

"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena keberadaan awan cumulonimbus dapat memengaruhi aktivitas penerbangan. Pengguna jasa transportasi udara disarankan memantau perkembangan cuaca dan informasi penerbangan sebelum melakukan perjalanan,"

Saran untuk masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat di daerah berisiko untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca. Pengguna transportasi udara disarankan mengecek informasi penerbangan dan perkembangan cuaca sebelum berangkat.

Perkembangan cuaca dapat berubah cepat; oleh karena itu warga disarankan rutin memantau kanal resmi BMKG untuk pembaruan prakiraan dan peringatan potensi cuaca ekstrem.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait