Basarnas Kerahkan 1.200 Personel SAR, Operasi KM Virgo Hari ke-21
Basarnas telah mengerahkan seluruh potensi pencarian dan pertolongan untuk operasi SAR KM Virgo Transport 8 yang memasuki hari ke-21, Sabtu, 3 Oktober 2026, di perairan Laut Jawa dan wilayah pesisir Kalimantan. Operasi melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, swasta, dan potensi SAR lainnya dengan lebih dari 1.200 personel.
Skala operasi dan kekuatan yang dikerahkan
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan operasi melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi dan potensi SAR nasional. Penugasan mencakup operasi di darat, laut, dan udara untuk memperluas jangkauan pencarian.
Rincian personel dan alat yang dikerahkan antara lain tujuh pesawat udara, 24 kapal besar, serta 63 personel penyelam bersertifikat untuk operasi bawah permukaan.
Metode pencarian yang digunakan
Tim SAR menerapkan pendekatan terpadu: patroli udara untuk pemantauan luas, penyisiran permukaan laut menggunakan kapal, pendeteksian di pesisir, serta penyelaman untuk mencari korban yang kemungkinan berada di bawah permukaan. Pencarian berjalan terus menyesuaikan kondisi cuaca dan temuan di lapangan.
Perluasan area pencarian
Awalnya pencarian terfokus di sekitar lokasi kecelakaan. Namun seiring temuan korban dan dinamika arus laut, area pencarian diperluas mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.
Syafii menegaskan bahwa perluasan wilayah dilakukan berdasar hasil lapangan dan analisis tim operasi.
"Operasi telah melibatkan seluruh potensi SAR nasional, baik dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, swasta. Dan masih banyak potensi SAR lainnya,"
Perkembangan korban
Hingga Sabtu 3 Oktober 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat perkembangan sebagai berikut:
| Status | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Total manifes | 243 | Penumpang dan kru tercatat |
| Ditemukan | 188 | 108 selamat, 80 meninggal |
| Masih dicari | 55 | Operasi pencarian berlanjut |
Keputusan lanjutan operasi
Operasi SAR dimulai sejak hari pertama kecelakaan pada Minggu 13 September 2026 dan telah diperpanjang dua kali, masing-masing tujuh hari. Setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan operasi tetap dilanjutkan dengan jadwal yang lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan personel dan kondisi lapangan.
Meski jadwal disesuaikan, unsur instansi yang sejak awal terlibat akan tetap dilibatkan sampai target pencarian tercapai atau ada keputusan baru dari komando operasi.
Operasi pencarian akan terus berlanjut hingga seluruh upaya untuk menemukan 55 orang yang belum ditemukan mendapatkan hasil atau ada perubahan strategi berdasarkan temuan di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...