Nasional

Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Aceh Jaya, Pusat 65 km Barat Calang

Bagikan:
Ilustrasi gempa bumi di Aceh Jaya dengan peta episenter

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026 pukul 06.37 WIB. Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa itu terjadi pada kedalaman 26 kilometer dan berpusat sekitar 65 kilometer di sebelah barat Calang.

Detail episenter dan waktu

BMKG mencatat lokasi episenter berada pada koordinat 4,54 Lintang Utara dan 95,01 Bujur Timur. Data awal menunjukkan magnitudo 5,8 dengan kedalaman 26 km. Waktu gempa tercatat pukul 06.37 WIB pada 4 Oktober 2026.

"Pusat gempa berada sekitar 65 kilometer di sebelah barat Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Lokasi episenter gempa berada pada koordinat 4,54 Lintang Utara dan 95,01 Bujur Timur," kata BMKG dalam laman resminya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Peringatan dan catatan BMKG

BMKG mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan pada tahap awal bersifat sementara. Pengolahan data awal mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat sehingga parameter dapat berubah setelah data lengkap tersedia.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan. Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," ucap BMKG.

Dengan demikian, magnitudo, lokasi episenter, maupun kedalaman masih berpotensi diperbarui pada pembaruan berikutnya. BMKG juga meminta masyarakat merujuk pada kanal resmi untuk setiap perubahan parameter gempa maupun informasi gempa susulan.

Saran untuk masyarakat

Masyarakat di sekitar Aceh Jaya diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi. Hindari menyebarkan kabar yang belum diverifikasi untuk mengurangi potensi panik.

  • Tetap tenang dan pastikan keselamatan diri.
  • Ikuti pembaruan resmi dari BMKG mengenai parameter gempa dan kemungkinan gempa susulan.
  • Jangan terpancing menyebarkan informasi hoaks atau belum terkonfirmasi.

"Informasi mengenai gempa susulan maupun perubahan parameter gempa sebaiknya merujuk pada pembaruan resmi dari BMKG. Masyarakat jangan terpancing dengan informasi-informasi hoaks," ujar BMKG.

Perkembangan situasi akan bergantung pada pemrosesan data lebih lengkap oleh BMKG. Masyarakat disarankan terus memantau kanal resmi untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait