BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan seluruh titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah provinsi itu telah padam per awal Oktober 2026. Meski titik api sudah tidak terpantau, pemantauan terus dilakukan karena masih ada titik panas yang terlihat melalui SiPongi.
Status terakhir titik api
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan titik api terakhir tercatat sehari sebelumnya dan kini telah padam. Sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar juga dipastikan tidak lagi menyala.
"Untuk titik api, hingga hari ini sudah tidak ada. Terakhir kemarin sempat ada, tapi sudah padam," kata Gatot saat diwawancarai, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pemantauan hotspot dan verifikasi lapangan
Meskipun kondisi terkendali, Gatot menjelaskan ada beberapa titik panas yang muncul pada data SiPongi. Namun, kemunculan titik panas tidak selalu berarti terjadi kebakaran hutan atau lahan.
Petugas BPBD akan melakukan pengecekan lapangan pada setiap titik panas. Verifikasi diperlukan karena sumber panas bisa berasal dari pembakaran sampah atau aktivitas masyarakat seperti pembakaran sisa panen.
"Kalau melihat data SiPongi, memang ada beberapa titik. Tapi kami belum bisa memastikan apakah itu kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Rekapitulasi dampak karhutla
BPBD mencatat ada 136 kejadian karhutla selama musim kemarau di Jawa Timur. Akibat kejadian tersebut, luas lahan terbakar dan terdampak mencapai sekitar 9.269,55 hektare.
Gatot menegaskan luasan yang tercatat tidak hanya berasal dari kawasan hutan. Perhitungan juga mencakup lahan pertanian, ladang, dan semak-semak yang terdampak oleh kebakaran.
Penanganan dan koordinasi antarlembaga
BPBD Jawa Timur terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten, tim pemadam lokal, Manggala Agni, dan Perhutani untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Langkah koordinasi meliputi patroli bersama dan verifikasi titik panas.
Gatot juga meluruskan informasi terkait 25 daerah yang tercatat dalam penanganan bencana. Tidak semua daerah itu mengalami karhutla; beberapa masuk daftar karena kondisi kering atau alasan tanggap darurat lainnya.
Prospek ke depan
Meski saat ini titik api telah padam, BPBD mengingatkan kewaspadaan selama musim kemarau masih diperlukan. Upaya pencegahan dan pemeriksaan lapangan akan terus dijalankan untuk mencegah kebakaran baru dan meminimalkan kerusakan lahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...