Nasional

Perempuan Kunci Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Bagikan:
Perempuan berdiskusi tentang gaya hidup ramah lingkungan dalam talkshow di Jakarta

Perempuan dinilai menjadi garda terdepan dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam talkshow "Green Beauty Lifestyle" yang digelar DWP KLH/BPLH di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Peran perempuan dianggap penting karena pengaruhnya di keluarga dan lingkungan sekitar.

Perempuan sebagai agen perubahan

Penasehat DWP KLH/BPLH, Alia Febyani Prabandari Jumhur Hidayat, menekankan posisi strategis perempuan dalam rumah tangga. Menurutnya, data demografi mendukung peran itu.

"Sekitar 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan lebih dari separuhnya merupakan pekerja. Ini menunjukkan perempuan memiliki kapasitas dan akses edukasi yang cukup baik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat,"

Alia menjelaskan perilaku ramah lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah. Dia menyarankan kebiasaan memilah sampah secara konsisten pada tingkat keluarga.

Peran organisasi perempuan dan bank sampah

Alia juga menyoroti peran organisasi perempuan dalam memperluas edukasi lingkungan. Ia menyebutkan DWP, KOWANI, dan berbagai komunitas perempuan sebagai penggerak penting.

Menurutnya, keberhasilan program bank sampah tak lepas dari partisipasi perempuan yang tinggi. Karena itu, program ini perlu diperluas ke berbagai lingkungan.

"Program bank sampah merupakan program yang sangat baik dan perlu diperluas. Namun, yang tidak kalah penting adalah edukasi dan kampanye yang dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terus tumbuh,"

Target perluasan mencakup beberapa segmen masyarakat, antara lain:

  • Permukiman
  • Sekolah
  • Kampus
  • Komunitas masyarakat

Pendidikan lingkungan dari keluarga

Direktur Utama PT Widya Cipta Buana, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa ibu memiliki peran penting membentuk kebiasaan anak. Pendidikan lingkungan bisa ditanamkan lewat rutinitas sederhana di rumah.

"Semua keberhasilan di rumah tidak lepas dari peran ibu. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,"

Ia menyatakan pembentukan perilaku positif sejak dini adalah investasi jangka panjang. Langkah ini dinilai penting untuk membentuk generasi peduli kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pandangan pemerintah dan harapan ke depan

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Haruki Agustina, menyebut perempuan sebagai garda pertama pelestarian lingkungan. Peran itu dijalankan melalui edukasi keluarga dan pembiasaan di rumah tangga.

"Perempuan sebenarnya merupakan gugus pertama dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dari rumah, perempuan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan,"

Melalui rangkaian kegiatan ini, DWP KLH/BPLH berharap perempuan semakin aktif menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan mendukung aksi iklim di Indonesia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait