Nasional

Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Bagikan:

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan duka cita atas gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan luas. Pernyataan itu disampaikan setelah rangkaian gempa pada 15 Agustus 2026, dan Xi menyatakan keyakinan bahwa Indonesia dapat cepat pulih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ucapan duka dan harapan pemulihan

Xi Jinping menegaskan dukungan moral kepada korban dan keluarga yang terdampak. Ia berharap proses tanggap darurat berjalan efektif dan pemulihan infrastruktur serta perekonomian dapat dipercepat.

Kami yakin Indonesia mampu bangkit dan membangun kembali infrastruktur serta menggerakkan perekonomian di wilayah terdampak dalam waktu relatif cepat.

Data gempa susulan menurut BMKG

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mencatat ribuan gempa susulan sejak gempa utama. Pembaruan data yang dirilis menyatakan jumlah gempa susulan dan rincian kekuatan guncangan.

  • Total gempa susulan: 2.119 kejadian hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB
  • Guncangan terbesar: magnitudo 6,2
  • Gempa di atas M5: 24 kejadian
  • Guncangan terkecil: magnitudo 1,3
  • Gempa yang dirasakan masyarakat: 70 kejadian

Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119,

Sumber gempa dan potensi tsunami

BMKG memetakan gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB. Parameter pemutakhiran menunjukkan gempa berkategori dangkal dengan magnitudo 7,7 akibat aktivitas Sesar Naik Flores, dikenal sebagai Flores Back-Arc Thrust.

Mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrust fault. Karakter gempa dangkal dengan energi besar inilah yang memicu potensi tsunami di beberapa wilayah sekitar episentrum, sehingga pemantauan dan peringatan terus diaktifkan.

Implikasi dan langkah ke depan

Ribuan gempa susulan dan potensi tsunami memperpanjang tugas tanggap darurat. Pemerintah daerah dan pusat perlu mempercepat evakuasi, penyaluran bantuan, serta rehabilitasi infrastruktur kritis. Pemulihan ekonomi lokal juga menjadi fokus agar aktivitas sosial dan mata pencaharian kembali pulih.

BMKG dan lembaga terkait terus memantau aktivitas seismik. Warga di daerah terdampak dianjurkan tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas untuk keselamatan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait