Inovasi Triharyo Soesilo Dinilai ITB, Raih Penghargaan Ganesa
Triharyo Soesilo mendapat penghargaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) atas kontribusinya memperkuat kemampuan rekayasa nasional melalui inovasi industri panjang selama beberapa dekade.
Alasan penghargaan
ITB menganugerahkan Ganesa Widya Jasa Adiutama kepada Triharyo. Penghargaan diberikan karena kiprahnya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pemberian itu memosisikan karyanya sebagai sumbangan penting bagi kemampuan teknis nasional.
Jejak inovasi dan penerapan teknologi
Triharyo merupakan alumnus Teknik Kimia ITB angkatan 1977 dan melanjutkan studi magister di University of Arizona. Tesisnya menghasilkan perangkat lunak perancangan pabrik berbasis komputer mikro. Perangkat lunak itu kemudian diterapkan bersama PT Rekayasa Industri.
Pada dekade 1980-an, teknologi tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada komputer utama berbiaya tinggi. Solusi ini mendukung pembangunan pabrik pupuk di Indonesia dan kawasan regional. Dampaknya, kontraktor nasional mampu mengambil peran lebih besar pada proyek strategis.
Peran kepemimpinan di PT KPI dan publikasi
Pada 2020 Triharyo memimpin PT Kilang Pertamina Internasional. Saat itu perusahaan menghadapi tantangan keselamatan operasional dan penyelesaian proyek. Menurutnya, proyek strategis tetap diselesaikan secara bertahap meski menghadapi kendala.
"Semua penyebab kebakaran berhasil dimitigasi satu per satu oleh seluruh jajaran PT KPI,"
pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026. Pengalaman menangani proyek dan mitigasi risiko lalu dituangkan ke dalam buku Ilmu Menerobos Sumbatan. Buku ini mengulas cara penyelesaian berbagai proyek industri berskala nasional.
Fokus pada proyek rendah emisi
Belakangan, perhatian Triharyo bergeser ke pengembangan proyek karbon. Peralihan ini muncul setelah ia mendalami isu perubahan iklim dan konsekuensinya bagi ketahanan pangan dan cuaca ekstrem.
"Saya merasa berdosa. Saya sangat kaget bahwa dunia diprediksi hanya tinggal 21 tahun lagi,"
Karena itu, ia mendorong investasi pada berbagai proyek rendah emisi. Proyek yang dikembangkan meliputi:
- Carbon Capture and Storage (CCS)
- Biochar
- Efisiensi energi
Tujuannya menekan emisi dan mengurangi dampak pemanasan global. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mempertahankan kemampuan teknis nasional dalam teknologi rendah karbon.
Implikasi dan langkah ke depan
Penghargaan ITB menegaskan nilai jangka panjang inovasi Triharyo bagi industri nasional. Selain memberi pengakuan, penghargaan ini dapat mendorong investasi riset dan adopsi teknologi rendah emisi. Ke depan, kolaborasi antara lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat solusi yang dikembangkan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Gus Rikza Raih Doktor UIN Suka, Gagas Revitalisasi PAI Pesantren
Gus Muhamad Rikza Saputro resmi raih gelar Doktor UIN Sunan Kalijaga lewat disertasi tentang revitalisasi PA...
Fenomena Langit Juli 2026: Bulan, Komet, Planet, dan Cincin Saturnus
Juli 2026 menyuguhkan Bulan dekat Mars-Saturnus (11-12 Juli), Komet 10P/Tempel 2 sekitar 14 Juli, dan cincin...
Lengan Luar Bima Sakti Ternyata Lebih Luas dari Perkiraan
Pengukuran cincin sinar-X dari ledakan sinar gamma menunjukkan lengan terluar Bima Sakti kemungkinan membent...
Delapan Buku Puisi Esai Denny JA Terbit dalam Bahasa Inggris
Delapan buku Puisi Esai Denny JA kini terbit dalam bahasa Inggris dan tersedia global via Google Books, meng...
Cuaca Buruk Tunda Peluncuran LINK untuk Naikkan Orbit Swift
Peluncuran wahana LINK untuk menaikkan orbit teleskop Swift ditunda karena cuaca; upaya berikutnya dijadwalk...
AI Percepat Transformasi Pertambangan Indonesia di Konferensi 2026
Pada Indonesia-China Coal & Energy Conference 2026, Huawei dan Yunding menyatakan AI bisa meningkatkan produ...