IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.482,57
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga jeda siang perdagangan, Selasa, 18 Agustus 2026. IHSG menguat 80,68 poin (1,26%) ke level 6.482,57, meski sentimen global masih memanas.
Kinerja Pasar pada Sesi I
IHSG dibuka pada level 6.448,82 dan sepanjang sesi pertama bergerak di kisaran. Level tertinggi tercatat pada 6.490,64 dan terendah 6.448,26. Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp8,17 triliun dan volume saham sebesar 19,97 miliar lembar.
Pergerakan saham pada sesi ini didominasi oleh penguatan. Tercatat
- 397 saham menguat
- 218 saham melemah
- 178 saham stagnan
Tekanan dari Geopolitik dan Pasar Global
Penguatan IHSG terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi memuncak setelah Presiden AS menolak perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, yang mendorong harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Harga minyak WTI naik ke sekitar USD 85,30 per barel dan Brent menembus USD 90,87 per barel. Selain itu, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 30 tahun melonjak ke level 5,31%, menandakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global.
Pandangan Analis
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG hari ini relatif menantang karena tekanan eksternal. Namun, analis mencatat pasar acap kali memberi kejutan yang tidak terduga.
"Menghadapi hari ini, kemungkinan besar pergerakan IHSG dan pasar obligasi akan sedikit sulit. Namun terkadang mereka berdua selalu mendapatkan kejutan," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sentimen Domestik dan Prospek Sektor
Di dalam negeri, pasar mendapat dorongan dari kebijakan fiskal dan investasi. Pemerintah resmi menaikkan target investasi 2027 menjadi Rp2.322 triliun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5%. Langkah ini dianggap memperkuat upaya hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah.
Para pelaku pasar memandang kebijakan tersebut sebagai katalis potensial bagi sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, dan manufaktur. Jika realisasi investasi sesuai target, arus modal dan prospek laba perusahaan di sektor-sektor ini berpotensi meningkat.
Pendeknya, IHSG berhasil mempertahankan penguatan pada jeda siang meski mendapat tekanan dari faktor eksternal. Kelanjutan rally akan bergantung pada perkembangan geopolitik global dan realisasi sinyal kebijakan domestik.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
IHSG dibuka menguat 0,95% ke 6.462,58 pada 18 Agustus 2026; investor awasi risiko geopolitik Timur Tengah da...
IHSG Diproyeksi Menguat Didukung Sentimen Domestik dan Global
IHSG diperkirakan menguat pada 18 Agustus 2026, didukung sentimen domestik dari RAPBN dan harga komoditas, n...
PLN Amankan Kelistrikan Upacara HUT ke-81 dengan Sistem Lima Lapis
PLN menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan lima lapis dan ratusan personel untuk mengamankan Upacara HUT...
KAI Perbarui Situs kai.id, Dikunjungi 49,4 Juta Pengunjung
KAI meluncurkan tampilan baru situs kai.id pada 17 Agustus 2026; situs telah dikunjungi 49,4 juta pengunjung...
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas MDR QRIS
Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada 17 Agustus 2026 dan memperluas MDR QRIS nol per...
DPR: Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
Bambang Patijaya mengatakan target lifting minyak 610 ribu bph dan gas 950 ribu bph setara minyak pada RAPBN...