Hayabusa2 Akan Melintas Dekat Asteroid Torifune 5 Juli 2026
Wahana Hayabusa2 milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dijadwalkan melintas sangat dekat dengan asteroid Torifune pada 5 Juli 2026. Manuver ini bertujuan melakukan pengamatan dan mengumpulkan data ilmiah, sekaligus menguji teknologi navigasi dan pengintaian cepat.
Lintasan dekat pada 5 Juli
JAXA memperkirakan Hayabusa2 akan melintas pada jarak sekitar 1 hingga 10 kilometer dari permukaan Torifune. Wahana diperkirakan melaju dengan kecepatan sekitar 5,3 kilometer per detik saat melakukan pendekatan tersebut. Jarak dan kecepatan ini menempatkan manuver sebagai salah satu lintasan asteroid paling dekat yang pernah dicoba oleh wahana sekelas Hayabusa2.
Pengamatan dan instrumen
Selama lintasan, Hayabusa2 akan mengaktifkan instrumen ilmiahnya untuk mengamati struktur dan karakteristik Torifune. Para ilmuwan berharap data yang dikumpulkan dapat mengungkap aspek-aspek baru dari asteroid yang hingga kini belum banyak dipelajari itu. Selain itu, pengamatan ini dimaksudkan untuk memperkaya pemahaman tentang komposisi dan morfologi benda kecil di tata surya.
Tujuan ilmiah dan uji teknologi
Misi ini tidak hanya bertujuan untuk sains. Tim JAXA juga memanfaatkan kesempatan untuk menguji sistem pengintaian cepat dan teknik navigasi presisi. Keberhasilan manuver diharapkan memperkuat kemampuan menghadapi ancaman benda dekat-Bumi (NEO) di masa depan.
- Observasi ilmiah Torifune
- Pengumpulan data struktur dan komposisi
- Uji coba teknologi navigasi dan pengintaian cepat
Teknologi navigasi dan pernyataan JAXA
Pada Pertemuan ke-35 Kelompok Penilaian Benda-Benda Kecil NASA, 11 Juni 2026, Peneliti JAXA Satoshi Tanaka menyatakan teknik navigasi canggih memungkinkan wahana mendekati asteroid hingga sekitar satu kilometer. Menurut Tanaka, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk melakukan pendekatan aman sekaligus mengumpulkan data resolusi tinggi.
Target selanjutnya: 1998 KY26 pada 2031
Setelah misi ke Torifune, Hayabusa2 masih memiliki target ambisius. Wahana direncanakan mengunjungi asteroid kecil 1998 KY26 pada 2031. Jika berhasil, objek itu akan menjadi asteroid terkecil yang pernah dikunjungi wahana antariksa, dan berpotensi menjadi lokasi pendaratan Hayabusa2.
Dengan rangkaian misi lanjutan ini, JAXA terus memperluas kemampuan eksplorasi benda kecil. Keberhasilan manuver 5 Juli akan menjadi tolok ukur penting bagi operasi dekat-asteroid di masa depan, baik untuk penelitian ilmiah maupun strategi pertahanan planet.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...