Penelitian Unair: Galon PC Tidak Picu Gangguan Hormon dan Kanker
Universitas AirlanggaAir Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari galon polikarbonat (PC) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan gangguan hormon, gangguan reproduksi, atau kanker setelah analisis kadar BPA dan keluhan responden.
Hasil penelitian
Penelitian menguji kadar BPA pada 10 merek air kemasan dan mengkaji keluhan kesehatan para responden. Temuan utama menunjukkan tidak ada bukti signifikan yang mengaitkan paparan BPA dari AMDK dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon.
"Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon,"
Kadar BPA dan penilaian risiko
Hasil pengukuran menunjukkan kadar BPA pada seluruh sampel masih jauh di bawah ambang aman yang ditetapkan oleh otoritas seperti BPOM dan EFSA. Analisis risiko menempatkan potensi efek nonkarsinogenik, karsinogenik, serta aktivitas estrogenik pada rentang yang dianggap aman.
Saran praktis untuk konsumen
Meski hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko rendah, peneliti mengimbau konsumen untuk menangani galon PC dengan bijak agar migrasi BPA tetap minimal. Dalam rilis, peneliti menegaskan pentingnya praktik penyimpanan dan pemakaian yang benar.
- Simpan galon sesuai petunjuk produsen dan kondisi yang direkomendasikan.
- Gunakan dan perlakukan wadah sesuai aturan untuk menjaga mutu air dan menekan paparan bahan kimia.
"Dalam berbagai studi tentang BPA, paparan bahan kimia yang tidak kita konsumsi secara sengaja kecil sekali kemungkinan untuk mencapai kadar yang mengganggu kesehatan,"
Dukungan temuan oleh WHO
Temuan Unair sejalan dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut bahwa BPA yang masuk umumnya dapat diekskresikan secara alami dari tubuh. WHO mencatat kadar BPA dalam darah teramati sangat rendah, menunjukkan bahan kimia tersebut tidak terakumulasi dan cepat dikeluarkan melalui urin.
"Kadar BPA di dalam darah teramati sangat rendah. Ini menunjukkan BPA tidak terakumulasi di dalam tubuh dan dengan cepat akan diekskresikan melalui urin,"
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa air dalam galon PC masih tergolong aman dikonsumsi berdasarkan data yang dianalisis, namun pengelolaan wadah yang tepat tetap dianjurkan untuk menjaga mutu dan meminimalkan paparan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
RS Tria Dipa Pasang CT Scan Photon-Counting, Pertama di Asia Tenggara
RS Tria Dipa meluncurkan CT scan photon-counting pertama di Asia Tenggara untuk meningkatkan ketepatan diagn...
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kemenkes percepat pemulihan layanan kesehatan di NTT; RSUD ditargetkan operasional dalam seminggu, puskesmas...
Pascagempa Flores: Pakar UI Mendesak Pemulihan Layanan Kesehatan
Pakar UI mendesak pemulihan layanan kesehatan pascagempa Flores: penilaian cepat, pemulihan fasilitas, air b...
Cek Kesehatan Gratis Warnai HUT RI Warga Depok
Warga Depok Country menggelar Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Halodoc pada 16 Agustus 2026 untuk de...
Mengenal Demodex: Tungau Mikroskopis di Kulit Wajah
Demodex adalah tungau mikroskopis yang hidup di folikel rambut wajah; jumlah berlebih dapat memicu blefariti...
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...