Kesehatan

JKN Dorong PDB Rp129 T, Ciptakan 3,1 Juta Lapangan Kerja

Bagikan:
Gedung BPJS Kesehatan dan layanan JKN di Jakarta

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia dengan menambah nilai PDB sebesar Rp129 triliun dan menciptakan sekitar 3,1 juta lapangan kerja, kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat memaparkan hasil analisis pada 2 Juli 2026 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta. Program ini juga berdampak pada perlindungan finansial jutaan keluarga dan peningkatan indikator kesehatan.

Kontribusi ekonomi dan sektor terdampak

BPJS Kesehatan menjelaskan perhitungan ekonomi menggunakan model multiplier 1 banding 1,4. Dari hasil itu, aktivitas JKN memicu pertumbuhan pada beberapa sektor utama.

Prihati menyebutkan sektor yang memperoleh efek pengganda terbesar adalah jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta pelayanan sosial. Dampak ini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

"Pertama, dari perekonomian adalah peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun, ini adalah angka perhitungan model 1 banding 1,4. Kemudian penciptaan lapangan kerja sebesar 3,1 juta, dampak multiplier di tiga sektor utama yaitu jasa kesehatan, industri makanan minuman, dan pelayanan sosial,"

Perlindungan finansial dan pengurangan risiko kemiskinan

Analisis BPJS menunjukkan JKN berperan mencegah jutaan keluarga jatuh ke jurang kemiskinan akibat beban biaya kesehatan tinggi. Program ini diperkirakan melindungi antara 14 sampai 16 juta penduduk dari risiko kemiskinan ekstrem.

"Perlindungan finansial, 14 sampai 16 juta penduduk dilindungi dari kelayakan kemiskinan, dan peningkatan kesehatan sebesar 2,7 persen. Jadi program JKN ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus pelindung kesejahteraan sosial secara berkelanjutan," ujar Prihati.

Pengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan

BPJS dan akademisi menilai akses kesehatan yang lebih luas mendorong peningkatan modal manusia. Efeknya terlihat pada indikator kesehatan dan kualitas hidup.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Delisa Aulia Valianty, menegaskan investasi kesehatan berimplikasi pada stabilitas sosial dan kebahagiaan masyarakat.

"Jadi, kita kan untuk bahagia harus sehat. Gimana kita mau bahagia kalau kita tidak sehat? Nah, kebetulan indeks kebahagiaan kita itu meningkat sih, Bapak, Ibu,"

Delisa menambahkan bahwa kualitas layanan medis yang meningkat juga berkontribusi pada kenaikan angka harapan hidup nasional dari sekitar 72 tahun menjadi 73 tahun menurut indeks yang dipaparkan.

Implikasi kebijakan dan ke depan

Pemerintah dan pemangku kepentingan diimbau mempertahankan investasi jangka panjang di sektor kesehatan. Konsistensi pendanaan dan peningkatan mutu layanan menjadi kunci untuk memperkuat efek ekonomi dan sosial JKN.

Dengan bukti kontribusi terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, dan mitigasi risiko kemiskinan, program JKN dipandang sebagai instrumen penting dalam mempercepat pembangunan kesehatan dan ekonomi menuju tujuan nasional.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait