Percepatan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat revitalisasi dan rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Sumatra. Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, pada Senin, 29 Juni 2026. Pemerintah menargetkan penyelesaian sebagian besar perbaikan pada tahun ajaran 2026/2027 dan menyiapkan ruang kelas darurat agar proses belajar tetap berjalan.
Respons DPR terhadap percepatan perbaikan
Kurniasih menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan perbaikan sarana pendidikan. Ia menilai langkah ini krusial untuk menjamin hak anak menerima pendidikan yang aman dan berkualitas, meskipun berada di wilayah terdampak bencana.
"Kita mendukung rencana percepatan revitalisasi dan rehabilitasi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, terlebih saat ini masa liburan sekolah. Semoga dengan kolaborasi semua pihak, anak-anak di Aceh, Sumut, dan Sumbar bisa kembali bersekolah dengan bangunan yang aman dan nyaman,"
Target penyelesaian dan solusi sementara
Pemerintah menargetkan sebagian besar revitalisasi rampung pada tahun ajaran 2026/2027. Kurniasih menilai target itu layak dan mendesak, terutama untuk mengurangi gangguan proses pembelajaran.
Sebagai solusi sementara, pemerintah juga mendorong penyediaan ruang kelas darurat yang representatif. Langkah ini diharapkan menjaga kontinuitas pembelajaran saat proses rehabilitasi berlangsung.
Kebutuhan infrastruktur yang tangguh
Kurniasih menekankan bahwa banyak wilayah Sumatra mengalami risiko hidrometeorologi tinggi. Ancaman tersebut antara lain banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Oleh karenanya, pembangunan kembali harus memperhatikan ketangguhan terhadap bencana.
- Banjir
- Tanah longsor
- Cuaca ekstrem
"Kita tidak hanya membangun kembali gedung sekolah yang rusak. Tetapi juga harus membangun sekolah yang lebih kuat, lebih aman, dan memiliki standar mitigasi bencana yang baik,"
Koordinasi lintas sektor jadi kunci
Kurniasih mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat, TNI, serta pemangku kepentingan lain agar percepatan berjalan optimal.
"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan revitalisasi sekolah. Pendidikan harus menjadi prioritas dalam proses pemulihan pascabencana,"
Dampak dan harapan ke depan
Dengan percepatan revitalisasi ini, diharapkan sekolah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar segera kembali beroperasi normal. Anak-anak bisa belajar dengan tenang dan guru dapat melaksanakan pembelajaran secara optimal.
Kurniasih menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa investasi terbaik pasca-bencana adalah memastikan anak kembali belajar di ruang kelas yang aman. Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan yang memprioritaskan masa depan peserta didik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...