Teknologi

BRIN Kembangkan PLTGL L-OWC Multi-Chamber untuk Energi Laut

Bagikan:
Desain PLTGL L-OWC multi-chamber untuk energi gelombang laut

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan desain pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL) berbasis oscillating water column (OWC) tipe L dengan sistem multi-chamber. Tim dipimpin Adnan Sandy Dwi Marta, Manajer Laboratorium Dinamika Pesisir dan Rekayasa Pantai, DPLFRKST, dan memaparkan hasil penelitian itu pada Selasa, 30 Juni 2026. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penangkapan dan konversi energi gelombang menjadi listrik, khususnya untuk mendukung elektrifikasi daerah terpencil dan wilayah 3T.

Desain dan temuan utama

Penelitian menitikberatkan pada optimasi geometri ruang (chamber) OWC. Hasil simulasi numerik dan validasi eksperimental menunjukkan bahwa desain L-shaped (L-OWC) lebih unggul dibandingkan desain U-shaped maupun desain konvensional. Keunggulan terlihat pada peningkatan osilasi permukaan bebas, tekanan diferensial, dan kecepatan aliran udara untuk konversi daya pneumatic.

"Kinerja hidrodinamika dan aerodinamika PLTGL tipe OWC sangat bergantung pada optimasi konfigurasi geometri ruang (chamber). Berdasarkan hasil validasi eksperimental dan simulasi numerik, geometri L-shaped (L-OWC) terbukti secara signifikan mengungguli desain U-shaped maupun konvensional dalam mengamplifikasi osilasi permukaan bebas (free surface elevation), tekanan diferensial, serta kecepatan aliran udara untuk konversi daya pneumatic."

Lebih jauh, tim meneliti variasi jumlah ruang dan sudut inklinasi pada sistem multi-chamber. Konfigurasi dengan sudut inklinasi 40° diidentifikasi paling optimal, dengan tingkat efisiensi sistem mencapai 86 persen. Desain ini disebut mampu mendistribusikan tekanan udara lebih merata sehingga memaksimalkan konversi energi pada kondisi gelombang tertentu.

"Konfigurasi multi-chamber dengan sudut inklinasi 40° teridentifikasi sebagai desain paling optimal, dengan tingkat efisiensi sistem mencapai 86 persen, desain spesifik ini secara efektif memfasilitasi distribusi tekanan udara yang lebih merata di dalam ruang dan memaksimalkan konversi energi pada kondisi gelombang tertentu."

Manfaat untuk elektrifikasi 3T dan integrasi infrastruktur pesisir

BRIN menilai PLTGL berbasis OWC dapat menjadi solusi teknis untuk penyediaan energi dasar di kawasan terpencil serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain pasokan listrik, teknologi ini bisa diintegrasikan dengan infrastruktur pelindung pantai.

"Ekstraksi energi gelombang laut melalui teknologi OWC menawarkan peluang integrasi yang strategis dengan infrastruktur pelindung pantai, seperti pemecah gelombang (breakwater) atau Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall."

Potensi nasional dan prospek

Indonesia memiliki potensi teoretis energi laut mencapai 288 GW, namun pemanfaatannya saat ini masih tercatat 0 persen. Tim BRIN menyatakan desain yang dioptimasi menunjukkan adaptabilitas terhadap karakteristik gelombang di berbagai lokasi, dari periode pendek di Laut Banda dan Laut Arafura hingga gelombang Samudra Hindia di Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sumba.

Penerapan L-OWC dan sistem multi-chamber dinilai berpotensi direalisasikan pada skala nasional untuk memperkaya bauran energi terbarukan dan mempercepat akses listrik di wilayah 3T. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk uji skala lapangan dan integrasi dengan infrastruktur pesisir.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait