Korea Selatan Buka Peluang Bebas Visa untuk Turis Indonesia Secara Individual
Jakarta. Korea Selatan mempertimbangkan pembebasan visa bagi wisatawan Indonesia secara individual, asalkan Indonesia dapat membuktikan tingkat pelanggaran tinggal (overstay) sangat rendah atau nihil. Saat ini Seoul hanya membebaskan biaya visa bagi rombongan wisata minimal tiga orang hingga akhir 2026; pelancong solo masih harus mengajukan visa standar.
Syarat pembebasan visa individual
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soongu, mengatakan pemerintah belum menemukan masalah berarti sejak kebijakan bebas visa kelompok diberlakukan. Ia menyatakan Korea Selatan bersedia mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut jika catatan kedatangan tetap positif.
"That will be the starting point to boost the people-to-people exchanges,"
Yoon juga menambahkan kemungkinan penghapusan total syarat rombongan dan langkah berikutnya adalah menimbang apakah visa individu masih diperlukan.
"This group visa requirement could be removed completely. The next step would be to consider whether or not an individual [traveler] visa is necessary."
Namun, syarat utama tetap pada bukti dari pihak Indonesia. Menurut Yoon, Jakarta harus menjaga angka turis tanpa dokumen sangat rendah dan mampu menunjukkan pelancong Indonesia tidak melakukan overstay.
"We will be ready to remove the remaining constraints once we have this positive track record."
Data kunjungan dan tantangan konektivitas
Korea Selatan melaporkan 365.596 pengunjung dari Indonesia sepanjang 2025. Di sisi lain, jumlah warga Korea yang datang ke Indonesia relatif rendah, yaitu 458.024 kunjungan tahun lalu. Angka ini jauh di bawah kunjungan warga Korea ke Vietnam yang mencapai sekitar 4 juta per tahun.
| Rute | Jumlah Pengunjung | Periode |
|---|---|---|
| Indonesia ke Korea Selatan | 365.596 | 2025 |
| Korea Selatan ke Indonesia | 458.024 | Tahun lalu |
| Korea Selatan ke Vietnam | 4.000.000 | Per tahun (estimasi) |
Yoon menyoroti kendala konektivitas udara sebagai salah satu penyebab rendahnya kunjungan warga Korea ke Indonesia. Ia juga menilai kekayaan biodiversitas Indonesia menarik bagi wisatawan Korea usia kuliah.
Diplomasi budaya dan kerja sama ekonomi
Selain liberalisasi visa, Korea Selatan meningkatkan diplomasi budaya untuk memperdalam hubungan dengan Indonesia. Inisiatif mencakup pelatihan bagi penghibur Indonesia untuk panggung K-pop—contoh nyata adalah Carmen, anggota grup Hearts2Hearts yang berasal dari Bali.
"We are not satisfied with just exporting our cultural goods. We are considering co-existence with our key partners like Indonesia [such as via] film co-production,"
Kemitraan lintas bank juga memudahkan wisatawan Indonesia membayar belanja di Korea Selatan melalui sistem QR domestik QRIS, yang memperlancar transaksi dan diharapkan meningkatkan pengalaman wisata.
Peluang pembebasan visa individu akan membuka akses lebih luas bagi wisatawan Indonesia. Namun realisasinya bergantung pada perbaikan catatan kepatuhan dan upaya meningkatkan konektivitas serta promosi bersama antara kedua negara.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
POTEK Dance Fest 2026 Semifinal Bandung: 10 Finalis Unjuk Gigi di Festlink Mall
POTEK Dance Fest 2026 menggelar semifinal di Festlink Mall Bandung dengan 10 finalis dan ribuan penonton yan...
Tanggal 1 Juli: Hari Bhayangkara, Hari Buah, Lelucon & Canada Day
Tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara, Hari Buah Sedunia, Hari Lelucon Internasional, dan Cana...
Bernadya Andalkan Galaxy S26 Ultra untuk Abadikan Momen Spontan
Musisi Bernadya memakai Galaxy S26 Ultra untuk merekam dan mengedit momen spontan, termasuk konser dengan pe...
Semarak Muharram: YBM PLN Jabar Bantu 100 Anak Yatim Rp500 Ribu
YBM PLN UID Jawa Barat menyalurkan Rp500 ribu untuk 100 anak yatim dhuafa melalui program Semarak Muharram,...
Hari Asteroid Internasional: Mengingat Tunguska dan Siaga Asteroid
30 Juni diperingati sebagai Hari Asteroid Internasional untuk mengenang Tunguska 1908 dan memperkuat kesiaps...
Daftar Perayaan 30 Juni: Media Sosial, OOTD, Meteor, dan Kemerdekaan Kongo
30 Juni menandai perayaan Media Sosial, OOTD, Meteor Watch, dan Kemerdekaan Kongo dengan makna teknologi, kr...