Ebru Aydin Tampilkan Nuansa Personal Lewat Kamera Analog
Fotografer Muslimah Ebru Aydin menghadirkan karya bertema ibadah haji dalam pameran "Labbayk: Here I Am" dengan pendekatan kamera analog. Pameran berlangsung di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Ebru mengatakan penggunaan kamera analog dipilih untuk menciptakan nuansa visual yang lebih personal dan bermakna.
Kamera analog untuk nuansa visual yang intim
Ebru menjelaskan sejumlah karya dalam pameran memang diambil menggunakan kamera analog. Menurutnya, medium tersebut membantu menangkap momen ibadah haji secara lebih intim dan mendalam ketimbang pendekatan digital yang biasa.
"Jadi ide saya adalah karena ini seperti hadiah dari Makkah. Saya ingin menampilkan foto-foto ini dengan cara yang lebih menarik,"
Ia menambahkan setiap foto dipilih dan dikurasi khusus agar pengalaman spiritual yang terekam dapat tersampaikan kepada penonton dengan jelas.
Kepercayaan subjek dan proses kurasi
Ebru menyebut kepercayaan dari para jamaah menjadi faktor penting dalam proses pemotretan. Kedekatan identitas sebagai sesama Muslim membuat subjek lebih terbuka dan nyaman saat didokumentasikan.
Proses pemilihan subjek dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk panggilan terbuka di media sosial. Dari sana, Ebru mendapat minat yang cukup banyak untuk berpartisipasi, sehingga proses dokumentasi berjalan lebih inklusif.
Ia juga menekankan pentingnya keberagaman dalam pemilihan subjek. Keberagaman ini menurutnya penting agar proyek dapat mewakili identitas Muslim yang lebih luas, bukan sekadar kelompok tertentu.
"Keberagaman subjek menjadi hal penting dalam proyek ini agar dapat merepresentasikan identitas Muslim yang lebih luas. Jadi bukan hanya kelompok tertentu,"
Respon dan konteks pameran
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, hadir memberi sambutan. Ia menilai pesan pameran relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk.
"Indonesia memiliki kekuatan luar biasa dalam keberagaman budaya dan agama. Hal ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan,"
Pameran di Erasmus Huis menampilkan karya-karya yang tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai upaya menyampaikan pengalaman spiritual dan dialog lintas budaya. Ebru berharap karya tersebut dapat membuka ruang refleksi dan pemahaman yang lebih luas tentang pengalaman beribadah.
Dua buah kamera haji yang memuat karya foto Ebru Aydin ditampilkan dalam pameran 'Labbayk: Here I Am' di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, 19 Mei 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hanna Aretha Dalami Bahasa Isyarat untuk Peran Raras
Hanna Aretha mendalami komunikasi Raras melalui riset bahasa isyarat, gestur, dan ekspresi bersama sutradara...
Putri Marino: Peran Pertiwi Buka Pandangan Baru soal Perempuan
Putri Marino menyatakan perannya sebagai Pertiwi dalam 'Empat Musim Pertiwi' membuka pemahaman baru tentang...
Tom Cruise Bongkar Teknik Memerankan Digger Rockwell
Tom Cruise ungkap teknik pendalaman peran Digger Rockwell dan monolog 10 menit yang direkam one take. Film '...
Trailer 'GJLS: Berapi-Api' Rilis, Tiga Sahabat Jadi Pemadam Kebakaran
Trailer 'GJLS: Berapi-Api' dirilis 1 Oktober 2026, menampilkan tiga sahabat yang berjuang jadi pemadam kebak...
Bruno Mars Gandeng Karol G di Video 'Dance With Me'
Bruno Mars merilis video 'Dance With Me' 1 Okt 2026 yang menampilkan Karol G; visual dari album The Romantic...
Paramount Rilis Trailer Kedua 'Ebenezer' dengan Johnny Depp
Paramount rilis trailer kedua 'Ebenezer' karya Ti West; Johnny Depp kembali sebagai Ebenezer Scrooge dalam v...