Ebru Aydin Tampilkan Sisi Humanis Muslim Belanda lewat Labbayk
Fotografer Muslimah Ebru Aydin membuka pameran "Labbayk: Here I Am" di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Pameran ini menampilkan narasi positif komunitas Muslim Belanda sebagai respons terhadap meningkatnya sentimen negatif terhadap Muslim di ruang publik dan media. Lewat rangkaian foto bertema umrah dan haji, Aydin ingin memberi ruang suara bagi mereka yang seringkali dipersepsikan secara negatif.
Pameran dan tujuan
Pameran menampilkan potret kehidupan, kebersamaan, dan pengalaman spiritual komunitas Muslim di Belanda. Aydin mengatakan proyek ini lahir dari keprihatinan terhadap representasi Muslim yang seragam dan negatif.
"Media sering membicarakan Muslim dengan cara yang negatif. Karena itu saya ingin menghadirkan cerita dari komunitas kami sendiri,"
Melalui foto, ia berharap publik memperoleh gambaran yang lebih beragam dan manusiawi tentang komunitas tersebut.
Tema umrah dan haji sebagai pusat narasi
Aydin memilih tema umrah dan haji karena nilai universalnya bagi umat Muslim di seluruh dunia. Foto-foto yang dipamerkan merekam momen-momen kebersamaan, ketulusan, dan refleksi spiritual para jamaah.
Dalam perjalanan memotret, ia bertemu banyak jamaah Indonesia. Pertemuan itu memperkuat hubungan emosionalnya dengan masyarakat Muslim Tanah Air.
"Tentu saya sangat penasaran bagaimana mereka melihat dan bereaksi melihat foto-foto ini,"
Relevansi pameran di Indonesia
Aydin menilai Indonesia penting sebagai lokasi pameran karena negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Kehadiran pameran di Jakarta memberi peluang dialog budaya antara komunitas Muslim Belanda dan publik Indonesia.
Ia juga berharap pameran mendorong Muslim merasa dihargai melalui representasi yang lebih beragam di ruang publik.
Pesan dari Menteri Agama
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, hadir dan menekankan nilai panjang tradisi haji dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa haji mengajarkan pengorbanan, ketulusan, dan pencarian makna hidup yang bermanfaat bagi sesama.
"Di tengah dunia yang masih dipenuhi konflik, perbedaan identitas, serta ketegangan antarkelompok. Ibadah haji menghadirkan pesan penting mengenai persamaan dan perdamaian umat manusia,"
Menurutnya, pakaian ihram dan posisi setara para jamaah menjadi simbol persaudaraan yang melampaui ras, status, dan kebangsaan.
Dengan pendekatan visual yang humanis, pameran "Labbayk: Here I Am" menghadirkan perspektif alternatif tentang kehidupan Muslim Belanda. Pameran ini membuka ruang dialog dan mengundang publik menilai ulang stereotip melalui kisah-kisah pribadi yang tergambar pada tiap foto.
Berita Terkait
Ebru Aydin Ungkap Makna Kontras Hitam-Putih di Pameran 'Labbayk'
Ebru Aydin jelaskan pemilihan hitam-putih untuk menonjolkan kontras Ka'bah dan pakaian ihram dalam pameran '...
Dukun Magang: Horor Komedi Siap Tayang 18 Juni 2026
Film horor komedi Dukun Magang akan tayang serentak di bioskop pada 18 Juni 2026, mengangkat benturan logika...
Pameran 'Labbayk: Here I Am' Angkat Kisah Muslim Belanda
Pameran fotografi 'Labbayk: Here I Am' menampilkan 15 potret pengalaman Muslim Belanda saat umrah dan haji,...
Lea Ciarachel Takut Kesurupan saat Syuting 402 Rumah Sakit Angker
Lea Ciarachel dan pemeran lain mengaku ketakutan saat syuting di rumah sakit terbengkalai; film adaptasi Gon...
Trailer 402 Rumah Sakit Angker Korea Rilis, Sutradara Libatkan Shaman
Trailer film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea dirilis; sutradara Anggy Umbara melibatkan shaman, gunakan 2...
Hana & Jefan Ungkap Pengalaman Mistis di Dukun Magang
Hana Saraswati dan Jefan Nathanio berbagi pengalaman mistis saat syuting film horor komedi 'Dukun Magang', y...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!