Hana & Jefan Ungkap Pengalaman Mistis di Dukun Magang
Film horor komedi Dukun Magang menampilkan pengalaman mistis yang dialami para pemain saat syuting dan dibalut lewat nuansa komedi ringan untuk penonton muda. Keterangan ini disampaikan Hana Saraswati dan Jefan Nathanio saat berbincang di podcast di RRI, Jakarta, 19 Mei 2026. Film dijadwalkan tayang 18 Juni 2026 di bioskop Indonesia.
Konsep ringan untuk penonton muda
Hana menjelaskan film dibuat dengan pendekatan ringan supaya mudah dinikmati anak muda saat liburan sekolah. Ia menilai unsur komedi menjadi kekuatan utama yang mengikat tema mistis dengan humor.
"Dukun Magang ini film yang ringan banget dan seru banget buat ditonton. Kami pengennya yang nonton itu anak-anak muda dan Gen Z."
Dengan gaya tersebut, tim produksi berharap film jadi pilihan hiburan segar bagi penonton muda yang mencari tontonan santai namun tetap menegangkan.
Pengalaman syuting bernuansa mistis
Selain layar, lokasi syuting turut menghadirkan momen menegangkan. Beberapa adegan digarap pada malam hari di lokasi yang dekat sungai, sehingga suasana menjadi lebih menyeramkan saat magrib tiba.
"Kita syuting dekat sungai waktu magrib dan suasananya creepy banget. Tapi karena semuanya seru, kami tetap menikmati proses syutingnya"
Para pemain mengaku tetap profesional meski merasakan aura mistis. Suasana lapangan yang intens justru menambah nuansa otentik pada adegan-adegan horor dalam film.
Peran Raka dan tantangan akting
Jefan Nathanio berbagi tantangan saat memerankan tokoh mahasiswa bernama Raka. Ia menyebut karakter itu mewakili banyak pergumulan anak muda, termasuk tekanan menyelesaikan skripsi.
"Raka itu sebenarnya seperti anak Gen Z pada umumnya. Dia struggle menyelesaikan skripsi dan menemukan dunia yang aneh"
Jefan mengatakan proses pencarian karakter memerlukan adaptasi, karena Raka bergerak dari realitas kampus ke situasi supranatural yang tidak terduga.
Jadwal rilis dan harapan tim
Dukun Magang direncanakan tayang pada 18 Juni 2026. Para pemain berharap film ini menjadi hiburan yang relevan untuk musim liburan dan menarik perhatian penonton muda melalui paduan komedi dan misteri.
Ke depan, respons penonton terhadap gabungan humor dan elemen mistis akan menentukan apakah format seperti ini akan terus berkembang di industri film lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...
Menbud Fadli Dorong Film Kepahlawanan Isi Bioskop Indonesia
Menbud Fadli Zon mendorong produksi film kepahlawanan agar mengisi bioskop, memperkuat identitas bangsa, dan...
Kemenbud Kontrak 19 Film Kepahlawanan, Produksi Dimulai 2027
Kemenbud menandatangani kontrak 19 film narasi kepahlawanan—6 panjang dan 13 pendek—dengan produksi dijadwal...
Netflix Konfirmasi Wednesday Musim 3 Rampung Produksi
Netflix mengumumkan produksi Wednesday Musim 3 rampung pada 1 Oktober 2026, dengan Jenna Ortega kembali seba...