Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Aceh Besar — Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, menyumbang tiga canting batik dan satu unit mesin tenun untuk pengrajin binaan Dekranasda Aceh Besar pada Kamis (21/5). Penyerahan berlangsung saat kunjungan ke workshop Malaka Batik di Kuta Malaka dan ke komplek kantor Dekranasda di Gani.
Penyerahan bantuan dan kunjungan ke workshop
Kak Na menyerahkan tiga mal canting batik cap di Malaka Batik dan satu mesin tenun di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung proses produksi dan pengembangan motif lokal.
Dalam kunjungan, Kak Na meninjau proses pembuatan batik cap dan berinteraksi langsung dengan perajin. Ia juga membeli dan memesan sejumlah produk hasil kerajinan sebagai bentuk dukungan pasar.
Kreativitas perajin dan pelatihan
Kak Na memuji kreativitas pengrajin dan proses belajar yang telah mereka jalani. Menurutnya, sebelum membuka gerai, para perajin dikirim ke Yogyakarta untuk belajar seni membatik.
"Luar biasa, kreativitas para perajin di sini sangat bagus. Berdasarkan informasi Ketua Dekranasda Aceh Besar, sebelum membuka gerai Malaka Batik ini, para perajin dikirim langsung ke Jogjakarta untuk belajar seni membatik di sana," kata Kak Na.
Di Malaka Batik perajin tidak hanya membuat batik tulis, tetapi juga batik cap. Teknik batik cap memakai stempel tembaga yang dicelupkan ke lilin panas lalu ditekan ke kain.
Pengembangan motif khas Aceh
Untuk memperkaya motif dan menonjolkan ciri lokal, Kak Na berjanji menyumbang tiga motif canting baru. Ia mendorong agar motif khas Aceh dikembangkan lebih banyak.
"Perbanyak lagi motifnya, khususnya yang motif khas Aceh. Nanti saya akan sumbang 3 canting motif baru, coba dikreasikan yang khas Aceh," ujar Kak Na.
Ia mencontohkan motif Gunung Seulawah yang sudah ada dan mengusulkan motif baru seperti Gunung Geurutee. Kak Na juga menyatakan akan memesan lagi jika motif baru sudah diproduksi.
Dorongan pengembangan tenun dan fasilitas produksi
Di komplek kantor Dekranasda, Kak Na meninjau galeri serta sentra produksi yang terintegrasi. Para perajin tinggal dan bekerja di area tersebut sehingga memudahkan kunjungan dan proses produksi.
"Para perajin menginap di komplek ini Bu. Ini sangat memudahkan kami jika ada tamu yang berkunjung, karena mereka tidak hanya melihat hasil karya tapi juga bisa proses pembuatan berbagai kerajinan yang ada di sini," kata Rita Maya Sari.
Dalam dialog dengan perajin songket, Kak Na mendorong perluasan produksi ke tenun. Untuk itu, ia menyerahkan satu unit mesin tenun agar pengrajin dapat diversifikasi produk.
"Nanti coba kembangkan tenun. Untuk itu, saya menyumbangkan 1 unit mesin tenun untuk Dekranasda Aceh Besar. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menginspirasi para perajin di 22 kabupaten dan kota lainnya di Aceh," kata Kak Na.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi, memperkaya motif lokal, dan membuka peluang ekonomi kreatif di Aceh Besar. Dukungan alat serta permintaan pasar diharapkan mendorong keberlanjutan usaha para perajin.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kontroversi Tarif Tiket PRSU Rp75.000 Dinilai Bebani Publik
Tarif tiket PRSU Rp75.000 akhir pekan ditambah parkir Rp15–20rb dinilai mengurangi akses publik dan merugika...
Panen Jagung Langkat: 2 Ha Dipanen, Produksi Tercatat 15 Ton
Plt. Bupati Langkat pimpin panen raya jagung 2 ha di Sei Bingai, hasil diperkirakan 15 ton; ditandai kerja s...
PUD Pasar Medan Tindaklanjuti Aksi Pedagang, Lakukan Pendataan
PUD Pasar Medan merespons aksi pedagang (7/7) dengan pendataan dan pengecekan langsung untuk menentukan prio...
Penjual Celana Pendek Ditemukan Meninggal di Pasar Horas Pematangsiantar
Penjual keliling ditemukan meninggal di Pasar Horas Pematangsiantar pada 6 Juli; keluarga menolak autopsi da...
Siswi Labuhanbatu Terpilih Wakili Indonesia di ASMC 2026
Caroline Cicilia dari Labuhanbatu terpilih mewakili Indonesia di ASMC 2026 Kuala Lumpur pada 11-12 Juli 2026...
Raker Dayah Darul Quran Aceh 4–6 Juli 2026: Fokus Pendidikan Qurani
Dayah Darul Quran Aceh gelar Raker 4–6 Juli 2026 untuk evaluasi, susun program kerja, dan perkuat ukhuwah je...