Pemkab Simalungun Turunkan Tim Tindaklanjuti Kasus DMD
SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan langsung menindaklanjuti laporan dua bersaudara penderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) di Kecamatan Dolok Batunanggar, Selasa (11/8). Tim medis dipimpin Plt Kadiskes dr. Debora Haloho mengecek kondisi kesehatan keluarga di Nagori Bahung Kahean dan memastikan rencana penanganan lanjut.
Tim medis turun ke lokasi
Dinas Kesehatan Simalungun segera menurunkan tim untuk memeriksa kedua pasien di rumahnya. Kedatangan tim bertujuan mengetahui kondisi terkini dan memetakan kebutuhan medis secara langsung. Kedua pasien adalah Egi Syahrul Ramadhan (23) dan adiknya Muhammad Al Fajri (15).
Kondisi pasien dan kendala keluarga
Menurut keterangan keluarga, Egi mulai menunjukkan gejala sejak kelas 6 SD, sedangkan Al Fajri sejak kelas 4 SD. Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala utama sehingga perawatan medis optimal belum terlaksana. Orang tua, Mahadi dan Artini Damanik, menyambut baik tindakan cepat pemerintah.
Langkah penanganan yang dijanjikan
Tim medis melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan langkah terapi dan rujukan yang diperlukan. Plt Kadiskes menjanjikan koordinasi dengan fasilitas rumah sakit dan dokter spesialis guna memastikan perawatan sesuai kebutuhan pasien.
"Segala tindakan medis yang diperlukan akan kami tempuh. Kami akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis agar kedua pasien mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai dan maksimal," tegas dr. Debora Haloho.
Pendampingan berkelanjutan dari Pemkab
Selain pemeriksaan, Dinas Kesehatan berkomitmen melakukan pendampingan dan koordinasi berkala. Tujuannya memastikan proses rujukan, pengobatan, dan dukungan sosial berjalan sesuai kebutuhan medis kedua pasien. Pemerintah daerah juga akan memantau perkembangan agar tidak terputus layanan.
Reaksi keluarga dan dampak publik
Artini Damanik menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia berharap perhatian ini membuka akses perawatan yang selama ini sulit dijangkau keluarga mereka.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Simalungun dan bapak Bupati yang telah memberikan perhatian terhadap anak-anak kami. Dengan adanya perhatian ini, saya berharap anak saya dapat sembuh," ucap Artini dengan haru.
Respon cepat Pemkab menjadi bukti komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan. Pemerintah kabupaten menegaskan akan terus bergerak bersama masyarakat agar tidak ada warga yang tertinggal dalam penanganan masalah kesehatan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...