Polda Sumut Periksa Akun soal Dugaan Penjualan Winda Lorenza
MEDAN — Polda Sumut akan memeriksa pemilik sejumlah akun media sosial yang menyebarkan kabar bahwa Winda Lorenza Gowasa diduga dijual kepada petinggi Polri. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan yang dibuat oleh Brigadir Iman Harefa, dan pengusutan akan dilakukan oleh Direktorat Siber Polda Sumut pada tahap awal.
Pemeriksaan akun dan laporan
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan penyidik akan memanggil pemilik akun yang menyebarkan pernyataan itu. Pemeriksaan ini disampaikan kepada awak media pada Sabtu (5/9).
Nantinya penyidik Direktorat (Dit) Siber Polda Sumut yang melakukan pemeriksaan
Ferry juga menjelaskan laporan awal berasal dari Brigadir Iman Harefa yang merasa dirugikan oleh penyebaran narasi tersebut.
Siapa yang mungkin diperiksa
Polda Sumut tidak menutup kemungkinan memanggil pihak keluarga korban. Ferry menyebut penyidik dapat meminta keterangan keluarga karena pernyataan mereka yang viral di media sosial memicu penyelidikan.
Saat ini laporannya masih berjalan. Tidak menutup kemungkinan penyidik juga bakal memeriksa keluarga Winda karena menyampaikan pernyataan itu sehingga viral di media sosial
Pendalaman Propam dan status suami
Selain Dit Siber, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut melakukan pendalaman terkait pernyataan yang tersebar. Propam akan mendalami apakah ada pelanggaran internal serta meminta keterangan suami korban, yang merupakan personel Polsek Medan Sunggal.
Ferry menyampaikan bahwa Brigadir Iman Harefa akan dimintai keterangan. Saat ini yang bersangkutan menjalani penempatan khusus di Mapolda Sumut—atau patsus—terkait dugaan kelalaian dalam mengamankan senjata api yang berujung pada kematian seseorang.
Terhadap Brigadir Iman Harefa akan diminta keterangan. Saat ini personel kepolisian itu sedang di patsus di Mapolda Sumut karena diduga lalai menjaga senjata api yang menyebabkan seseorang meninggal dunia
Kronologi singkat dan tim supervisi
Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia beberapa waktu lalu. Menurut penjelasan Polda Sumut, kematian itu diduga akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya. Untuk memastikan penyebab, Polda membentuk Tim Supervisi yang memberikan asistensi penyelidikan.
Tim Supervisi akan bekerja dengan berbagai pihak, antara lain:
- Polrestabes Medan
- Polda Sumut
- Lembaga Bantuan Hukum (LBH)
- Kompolnas
- Komnas HAM
Permintaan ekshumasi dan otopsi ulang
Permintaan keluarga untuk melakukan ekshumasi dan otopsi ulang disebutkan kepada pihak kepolisian. Ferry menegaskan bahwa keputusan terkait langkah forensik berada di kewenangan penyidik dan akan disampaikan oleh Tim Supervisi.
Polda Sumut menegaskan keterbukaan dalam menangani kasus ini sambil melanjutkan pemeriksaan terhadap akun yang menyebarkan kabar serta pendalaman internal oleh Propam. Pengungkapan fakta tentang penyebab kematian dan status perkara akan bergantung pada hasil pemeriksaan forensik dan keterangan saksi yang dikumpulkan tim penyidik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ari Affandy Terpilih Pimpin APPSI Pematang Siantar 2026–2031
Ari Affandy terpilih pimpin APPSI Pematang Siantar; fokus program: sertifikat halal, digitalisasi pasar, dan...
BKSDA Turun Identifikasi Setelah Harimau Menerkam Ternak di Humbahas
BKSDA Wilayah IV Tarutung akan turun Sabtu (5/9) untuk identifikasi setelah laporan harimau menerkam lembu d...
Harimau Sumatera Diduga Nyasar, Ternak Lembu Diterkam di Humbahas
Harimau Sumatera diduga nyasar ke perladangan di Tukka Dolok, Humbahas, dan menerkam ternak lembu; ini kejad...
KMP Sumut II Tersangkut di Danau Toba Dekat Tigaras
KMP Sumut II tersangkut dekat Pelabuhan Tigaras Jumat malam; penumpang terlambat dievakuasi dan kapal baru b...
PDI Perjuangan Soroti Perubahan APBD Taput: PAD Turun, Belanja Naik
PDI Perjuangan DPRD Taput menyoroti Ranperda Perubahan APBD 2026: PAD turun, belanja naik, dan pengadaan ken...
Kepling Medan Ditangkap Jual Vape Getar dan Ekstasi
Kepala lingkungan di Medan ditangkap karena menjual dua vape getar dan dua pil ekstasi; polisi mengejar pema...