BKSDA Turun Identifikasi Setelah Harimau Menerkam Ternak di Humbahas
Humbang Hasundutan, Sumatera Utara — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah IV Tarutung akan melakukan identifikasi lapangan setelah informasi tentang seekor harimau yang menerkam dan memangsa ternak lembu di perladangan Desa Tukka Dolok, Kecamatan Pakkat, diterima pada Kamis (3/9). Tim dijadwalkan turun Sabtu (5/9) pagi untuk memastikan lokasi kejadian dan pergerakan satwa.
Tujuan identifikasi: lokasi dan pergerakan satwa
Kepala BKSDA Wilayah IV Tarutung melalui Kasi Konservasi, Alex Sihombing, menyatakan identifikasi bertujuan memastikan apakah kejadian berlangsung di kawasan hutan lindung atau di Area Penggunaan Lain (APL), serta memetakan pergerakan harimau yang dilindungi tersebut.
"Informasi satwa liar yang menerkam dan memangsa ternak lembu di Tukka Dolok baru kita terima dari Camat Pakkat tadi siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, Sabtu pagi kita bersama tim akan turun melakukan identifikasi lapangan," ujar Alex.
Imbauan untuk warga
Alex mengimbau warga menyesuaikan aktivitas bergantung pada hasil identifikasi lokasi. Jika kejadian berada di kawasan hutan lindung, masyarakat diminta menghindari aktivitas di area tersebut agar ekosistem tidak terganggu.
"Kalau kejadian di kawasan hutan, kita mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di area tersebut sehingga tidak menggangu ekosistem di dalamnya. Namun jika di dalam APL, maka warga diminta waspada dan dilakukan antisipasi dengan menyiapkan petasan, serta tidak terlalu sore pulang dari ladang," kata Alex.
Tim kerja dan metode pemantauan
Identifikasi dilakukan bersama tim yang melibatkan lembaga swadaya masyarakat (NGO), kepolisian, pemerintah desa, dan warga setempat. Petugas juga akan memasang camera trap untuk merekam pergerakan harimau dan memastikan apakah satwa hanya melintas atau menetap di sekitar lokasi kejadian.
Alex menjelaskan bahwa harimau kadang hanya kebetulan memangsa ternak saat lewat, namun ada pula kasus satwa yang kembali atau tinggal tidak jauh dari lokasi. Melalui pemantauan video, tim berharap memperoleh data untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Langkah selanjutnya
Setelah pengumpulan data lapangan dan rekaman camera trap, BKSDA dan pihak terkait akan mengevaluasi tindakan mitigasi untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa. Pemantauan akan terus dilakukan hingga situasi dinilai aman.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemenag Sumut Borong Penghargaan KI Awards 2026
Kanwil Kemenag Sumut dan beberapa Kankemenag kabupaten/kota meraih KI Awards 2026 sebagai Badan Publik Berku...
Bupati Nisel Tinjau Kantor Camat dan Puskesmas Idanotae
Bupati Nias Selatan meninjau Kantor Camat dan Puskesmas Idanotae untuk inventarisir kerusakan dan rencanakan...
Pemkab Langkat: Rp50 Miliar PJU Akumulasi Pembayaran 2024–2025
Dishub Langkat klarifikasi: Rp50 miliar PJU adalah akumulasi anggaran 2024–2025, bukan dana tunggal, dengan...
Polres Aceh Singkil Tahan Dua Tersangka Pengangkut Kayu Tanpa Dokumen
Polres Aceh Singkil menahan dua tersangka pengangkut kayu tanpa dokumen; barang bukti 4 m3 kayu olahan disit...
Tanjungbalai Percepat Digitalisasi Pajak dengan Roadmap ETPD dan SULTAN
Pemko Tanjungbalai menggelar HLM TP2DD untuk evaluasi ETPD, menetapkan Roadmap 2026–2030, dan meluncurkan ap...
Tanjungbalai Siapkan Pembangunan Jalan dan Drainase Prioritas 2026
Wali Kota Tanjungbalai meninjau rencana perbaikan jalan dan drainase di Selat Tanjung Medan untuk program in...