Wapres Gibran Serahkan Sertifikat Huntap untuk 40 Warga Sibolga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyerahkan sertifikat hak milik untuk 40 warga Sibolga pada Jumat (4/9). Penyerahan berlangsung di kawasan huntap Parombunan sebagai bagian upaya pemulihan pascabencana agar warga mendapat tempat tinggal layak dan aman.
Penyerahan sertifikat dan peninjauan kawasan huntap
Penyerahan sertifikat dilakukan saat Wapres Gibran dan Gubernur Bobby meninjau kawasan hunian tetap di Parombunan. Kegiatan itu juga menjadi momen melihat progres pembangunan sejumlah unit yang masih dalam pengerjaan.
Selain membagikan sertifikat kepada 40 penerima, keduanya menyapa dan mendengarkan aspirasi warga yang sudah menempati hunian tetap. Kehadiran pejabat mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Kondisi hunian dan progres pembangunan
Di Parombunan terdapat 40 unit hunian tetap yang telah rampung dan dihuni oleh warga. Sejumlah unit lain masih dalam tahap konstruksi, sehingga pengerjaan berlanjut untuk menampung lebih banyak keluarga terdampak.
Pemerintah menekankan pentingnya memastikan rumah yang dibangun aman serta layak huni bagi korban bencana. Penyerahan sertifikat adalah langkah untuk memberikan kepastian kepemilikan tanah dan rumah.
Suara warga
Beberapa warga menyampaikan rasa syukur setelah menerima rumah pengganti. Salah satu penerima, Merlina, menceritakan kondisi rumahnya yang hancur akibat banjir bandang tahun lalu.
"Perasaan senang karena kami punya rumah yang bisa ditempati untuk selamanya. Biarpun kami mengharapkan yang sebelumnya bagaimananya, tapi kami bersyukur sudah ada tempat teduh dari yang sesudah bencana," kata Merlina.
Warga lain, Aina, juga mengungkapkan terima kasih karena kini memiliki tempat tinggal setelah rumahnya rusak parah.
"Alhamdulillah sudah ada tempat tinggal, sebelumnya rumah kami hancur karena banjir," kata Aina.
Kolaborasi pemerintah dan lembaga kemanusiaan
Penyediaan hunian tetap di Parombunan merupakan hasil kolaborasi pemerintah dengan beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Kerja sama ini meliputi pembangunan unit dan fasilitasi kepemilikan sertifikat bagi penerima manfaat.
Upaya kolaboratif ditujukan untuk mempercepat pemulihan korban bencana dan memberi jaminan tempat tinggal jangka panjang.
Implikasi dan langkah ke depan
Penyerahan sertifikat dan peninjauan kawasan menandai langkah konkret penyelesaian pemukiman bagi korban bencana. Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan dan distribusi unit sehingga lebih banyak warga terdampak dapat segera menempati hunian tetap yang aman.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemuda Pancasila Binjai Gelar Syukuran: Supris Resmi Bergabung KOTI
Pemuda Pancasila Binjai menggelar syukuran di Champions Resto, Jumat (4/9), merayakan Supris yang resmi berg...
DPRK Banda Aceh Minta PLTD Lueng Bata Dioptimalkan Pasca Bencana
Ketua DPRK Banda Aceh dorong optimalkan PLTD Lueng Bata dan program meteran gratis usai pemadaman listrik pa...
Acai Sembada Letakkan Batu Pertama Masjid Ar Rahman di Tebingtinggi
Acai Sembada diundang meletakkan batu pertama Masjid Ar Rahman, Tebingtinggi (4/9) dan menyumbang material s...
Wakil Ketua DPRD Medan Minta Status Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Wakil Ketua DPRD Medan minta status siaga dan percepatan perbaikan drainase untuk antisipasi banjir dan abu...
Bupati Aceh Timur Minta Camat Kawal Dana Gampong dan FASI 2026
Bupati Aceh Timur minta camat kawal penyaluran Dana Gampong 2026 dan dukung pelaksanaan FASI saat HUT Aceh T...
Penipuan Lowongan Security di Medan, Motor dan HP Dibawa Kabur
Indra Yusrizal didakwa menipu dengan modus lowongan security; pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan uang k...