Harimau Sumatera Diduga Nyasar, Ternak Lembu Diterkam di Humbahas
Doloksanggul, Humbang Hasundutan – Seekor Panthera tigris sumatrae atau Harimau Sumatera diduga nyasar ke perladangan warga dan menerkam ternak lembu di Desa Tukka Dolok, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Kamis (3/9). Peristiwa ini merupakan kejadian ketiga di wilayah Kecamatan Pakkat dalam beberapa bulan terakhir.
Kronologi kejadian
Kejadian terungkap pada sore hari ketika pemilik ternak, Darwin Simanjutak, menemukan bangkai lembunya di kawasan ladang yang kurang lebih 1 km dari permukiman. Kondisi bangkai tampak dimakan mulai dari bagian perut hingga kepala.
"Kawasan perladangan tempat lembu diterkam harimau sekitar 1 Km dari permukiman. Darwin (pemilik lembu) biasanya meninggalkan ternaknya di ladang. Namun pada Kamis, sore, lembu miliknya sudah tinggal bangkai mulai dari bagian perut hingga kepala," kata Kepala Desa Tukka Dolok, Sumartono Pardosi.
Berdasarkan tanda-tanda pada bangkai dan kondisi lingkungan, warga memperkirakan serangan terjadi antara Rabu malam hingga Kamis subuh. Bangkai belum berbau menyengat namun sudah dikerumuni lalat, menandakan waktu serangan relatif baru.
Dampak dan riwayat insiden
Peristiwa ini menambah rekam kejadian serangan satwa liar terhadap ternak di Kecamatan Pakkat. Kepala desa menyebut ini sebagai kejadian ketiga, setelah insiden di Desa Ambobi Parangian pada Juli dan satu kejadian lain di perladangan Tukka Dolok pada Agustus.
Selain memangsa ternak, warga juga melaporkan penampakan harimau di perlintasan Jalan Pakkat–Barus. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga yang bekerja di ladang.
Upaya penanganan dan imbauan
Pihak desa sudah memberikan imbauan agar warga membawa ternak ke permukiman dan tidak bekerja sendirian di ladang. Mereka juga diminta melaporkan setiap pergerakan satwa liar kepada pemerintah setempat.
"Menunggu penanganan dari pihak BKSDA, kita sudah mengimbau warga agar waspada dan segera melaporkan informasi pergerakan satwa liar kepada pemerintah," ujar Sumartono.
Pihak Pemerintah Desa Tukka Dolok menyatakan telah dikonfirmasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan penanganan lapangan. Tim BKSDA diagendakan turun ke lokasi untuk investigasi dan penanganan pada Sabtu (5/9), dengan pendampingan dari pihak desa.
Konteks dan langkah selanjutnya
Desa Tukka Dolok berbatasan langsung dengan kawasan hutan, sehingga kemungkinan harimau memasuki perladangan bukan diakibatkan penebangan di desa tersebut. Pemerintah desa menekankan pentingnya kewaspadaan warga sampai tim BKSDA menyelesaikan penanganan.
Dengan kejadian berulang ini, koordinasi antarwarga, pemerintah desa, dan BKSDA menjadi kunci menekan potensi konflik manusia–satwa dan melindungi keselamatan warga serta konservasi satwa liar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Nisel Tinjau Kantor Camat dan Puskesmas Idanotae
Bupati Nias Selatan meninjau Kantor Camat dan Puskesmas Idanotae untuk inventarisir kerusakan dan rencanakan...
Pemkab Langkat: Rp50 Miliar PJU Akumulasi Pembayaran 2024–2025
Dishub Langkat klarifikasi: Rp50 miliar PJU adalah akumulasi anggaran 2024–2025, bukan dana tunggal, dengan...
Polres Aceh Singkil Tahan Dua Tersangka Pengangkut Kayu Tanpa Dokumen
Polres Aceh Singkil menahan dua tersangka pengangkut kayu tanpa dokumen; barang bukti 4 m3 kayu olahan disit...
Tanjungbalai Percepat Digitalisasi Pajak dengan Roadmap ETPD dan SULTAN
Pemko Tanjungbalai menggelar HLM TP2DD untuk evaluasi ETPD, menetapkan Roadmap 2026–2030, dan meluncurkan ap...
Tanjungbalai Siapkan Pembangunan Jalan dan Drainase Prioritas 2026
Wali Kota Tanjungbalai meninjau rencana perbaikan jalan dan drainase di Selat Tanjung Medan untuk program in...
Pematangsiantar Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
Pematangsiantar meraih predikat informatif pada KI Sumut Award 2026, menegaskan komitmen transparansi publik...