Nasional

Menteri PPPA Perkuat Komitmen Lindungi Anak di HAN ke-42

Bagikan:
Menteri PPPA Arifah Fauzi berbicara pada konferensi pers Hari Anak Nasional 2026

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat perlindungan anak menjelang perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada 21 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang mengumumkan inisiatif sosialisasi resmi melalui surat B-328/SETMEN/HM/02.04/7/2026, dengan tujuan memastikan anak tumbuh sehat, aman, dan berpeluang mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Seruan bersama pada peringatan HAN

HAN tahun ini mengusung tema "Sayang Anak Lindungi dan Bangun Masa Depan". Pemerintah mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam perlindungan anak.

Arifah menekankan bahwa upaya ini penting untuk menjamin hak anak agar mereka dapat berkembang secara optimal dan aman.

"Membangun masa depan Indonesia dimulai dari bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini. Tidak ada Indonesia Emas 2045 tanpa anak-anak Indonesia yang tumbuh sehat, bahagia, terlindungi, dan memperoleh kesempatan mengembangkan seluruh potensinya."

Tantangan digital dan perlunya kolaborasi

Menteri PPPA memperingatkan bahwa tantangan terhadap anak kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi. Ia menilai perlindungan anak di ruang digital memerlukan kolaborasi komprehensif antar pemangku kepentingan.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perlindungan anak dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama... Kita ingin membangun kembali kesadaran bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama."

Gerakan nasional dan program prioritas

Pemerintah memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) dan memperluasnya melalui Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) sebagai implementasi program prioritas nasional. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak secara menyeluruh.

Pesan inti kampanye HAN

Perayaan HAN turut mengangkat tujuh pesan utama. Beberapa fokus yang disebut secara eksplisit meliputi:

  • Pencegahan perkawinan anak usia dini
  • Penghentian kasus perundungan
  • Menjauhkan anak dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA)

Rangkaian kegiatan dan puncak acara

Kegiatan HAN diselenggarakan secara desentralisasi agar berdampak langsung ke anak di daerah. Puncak nasional akan digelar di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Rangkaian acara meliputi Lokakarya Forum Anak, Jelajah SAPA, kegiatan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), serta Festival Budaya Anak Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia untuk menyusun Suara Anak Indonesia (SAI).

Seruan akhir untuk masyarakat dan anak

Menteri Arifah mengajak masyarakat untuk menjadi pengawal perlindungan anak: hadir sebagai orang tua, guru, tetangga, dan tokoh masyarakat yang mendengar dan melindungi. Ia juga memberi dorongan langsung kepada anak-anak Indonesia agar tetap belajar, bermain, dan berani berkarya.

"Kepada anak-anakku di seluruh Indonesia, teruslah belajar, bermain, bermimpi, berkarya, dan berani menyampaikan pendapat... Jika mengalami atau melihat kekerasan, jangan takut bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk melindungi kalian."

Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang nyata dan terukur.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait