Pemda Agam Apresiasi Rohana Koeddoes sebagai Tokoh Pers Nasional
Pemerintah Daerah Kabupaten Agam menyatakan kebanggaan atas pengakuan terhadap Rohana Koeddoes sebagai salah satu tokoh pers nasional perempuan. Pernyataan disampaikan menyusul peluncuran buku Jejak Zaman Nilai Jurnalisme Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia yang memuat biografi dan kontribusi Rohana, Jumat, 24 Juli 2026 di Balai Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Peluncuran buku dan momen peringatan LPDS
Buku itu diterbitkan oleh Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) dan diluncurkan bersamaan dengan ulang tahun LPDS ke-38. Inisiatif ini bertujuan mendokumentasikan peran perempuan dalam sejarah pers nasional serta menyajikan pelajaran bagi generasi muda jurnalis.
Dalam buku tersebut, nama Rohana Koeddoes ditempatkan bersama empat tokoh perempuan pers lainnya. Kelima nama itu dihadirkan untuk menunjukkan ragam kontribusi perempuan dalam dunia jurnalistik Indonesia.
- Rohana Koeddoes
- S.K. Trimurti
- Ani Idrus
- Hermawati Diah
- Toety Azis
Respons Pemda Agam
Wakil Bupati Kabupaten Agam, Muhammad Iqbal, menyatakan kebanggaan Pemerintah Daerah atas pengakuan tersebut. Ia hadir dalam acara peluncuran buku dan mengapresiasi upaya LPDS yang menyorot tokoh asal Agam itu.
Ibu Rohana Koeddoes kita tahu dari Kabupaten Agam, tentu kami dari Kabupaten Agam sangat bangga sekali. Beliau adalah salah satu tokoh wartawan Indonesia dan juga tokoh nasional
Tujuan LPDS: dokumentasi dan pembelajaran
Kristanto Hartadi, Direktur Eksekutif LPDS, mengatakan pilihan lima tokoh perempuan tersebut dimaksudkan sebagai bahan pembelajaran. Menurutnya, penerbitan buku setiap ulang tahun lembaga menjadi cara untuk mencatat sejarah pers secara sistematis.
Ini buku sejarah pers, jadi setiap ulang tahun kita menerbitkan buku tentang tokoh-tokoh pers. Agar menjadi catatan sejarah bagi generasi kemudian
Peluncuran buku ini tidak hanya memberi ruang apresiasi pada tokoh-tokoh perempuan, tetapi juga memperkuat arsip sejarah pers Indonesia. Dokumentasi semacam ini diperlukan agar kontribusi generasi pendahulu tetap dapat diakses dan menjadi rujukan.
Impak dan tindak lanjut
Pengakuan terhadap Rohana Koeddoes berpotensi mendorong penelitian lebih lanjut tentang peran perempuan di media. Bagi Pemda Kabupaten Agam, momentum ini menjadi alat promosi sejarah lokal dan inspirasi pendidikan bagi generasi muda di daerah.
Dengan dimasukkannya Rohana Koeddoes dalam buku tersebut, nama dan kiprahnya terangkat kembali ke publik nasional, membuka peluang diskusi akademis dan program pengenalan sejarah pers di sekolah dan perguruan tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cholil Nafis: AI Tak Bisa Jadi Guru Agama, MUI Dorong Jihad Digital
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis menegaskan AI tidak bisa menjadi guru agama dan MUI akan melancarkan 'jihad dig...
Ahmad Muzani: KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
Ahmad Muzani menyebut KUII Ke-8 momentum tepat untuk menyatukan umat Islam menghadapi ketidakpastian politik...
Kemkomdigi Tindaklanjuti Putusan MK soal Sisa Kuota Internet
Kemkomdigi akan menindaklanjuti Putusan MK yang mewajibkan penyedia menjaga sisa kuota pelanggan agar tetap...
MUI Perkuat Persahabatan RI-Palestina Lewat Program Beasiswa
MUI memperkuat persahabatan Indonesia-Palestina lewat program beasiswa bagi pelajar Palestina yang dibiayai...
Operasi SAR KM Nurul Salsa Ditutup, 14 Penumpang Masih Hilang
Operasi SAR KM Nurul Salsa di perairan Selayar ditutup setelah 10 hari; 58 selamat, 4 meninggal, dan 14 masi...
MK Wajibkan Operator Sediakan Pilihan agar Sisa Kuota Tak Hangus
MK memerintahkan operator menyediakan pilihan agar sisa kuota internet tetap aktif dan bisa digunakan hingga...