Polsek Pangkalan Susu Ungkap Pengeroyokan yang Menewaskan Pemuda
Polsek Pangkalan Susu mengungkap kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Mhd. Sahili (21). Peristiwa terjadi Rabu malam (20/5) di Lapangan Bola Ketapa Negeri Aru, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Polisi bergerak cepat dan mengamankan empat terduga pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kronologi kejadian
Peristiwa bermula dari keributan yang berubah menjadi perkelahian antar kelompok anak muda di lokasi. Korban sedang berada di lapangan saat situasi memanas dan akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan.
Kapolsek Pangkalan Susu AKP Dedi Y.P. Ginting menyebut korban dikeroyok hingga mengalami luka berat. Polisi menemukan luka tusuk pada paha kanan, cedera kepala dan wajah, serta patah tulang hidung pada korban.
“Dalam kejadian tersebut korban diduga dikeroyok secara bersama-sama oleh para pelaku hingga mengalami luka berat,”
Warga sempat membawa korban ke Puskesmas Bukit Jengkol, namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal sebelum mendapat penanganan lengkap. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk autopsi.
Pelaku dan barang bukti
Berdasarkan penyelidikan, para pelaku berasal dari Kecamatan Pangkalan Susu, yakni Kelurahan Bukit Jengkol, Kelurahan Beras Basah, dan Desa Alur Cempedak. Polsek berhasil mengidentifikasi dan menangkap empat terduga dalam waktu singkat.
- Empat terduga pelaku: AL (22), MF (21), ZF (23), dan RS (23).
- Lokasi penangkapan: dua pelaku diamankan dini hari di Dusun I Delima Desa Paya Tampak, dua lainnya di Kelurahan Beras Basah sekitar pukul 05.00 WIB.
Barang bukti yang disita petugas antara lain senjata tajam, kayu broti, bambu, pakaian bercak darah, dan barang lain yang terkait tindak pidana.
- Senjata tajam
- Kayu broti
- Bambu
- Pakaian bercak darah
Proses hukum dan imbauan
AKP Dedi menyatakan para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pangkalan Susu untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan penyelidikan intensif.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengapresiasi kerja cepat Polsek dan menegaskan tindakan tegas terhadap aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Polres mengimbau masyarakat segera melaporkan gangguan kamtibmas atau tindak kriminal melalui layanan pengaduan Polri 110 yang aktif 24 jam. Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan polisi di lapangan.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan, termasuk pemeriksaan lebih lanjut dan penentuan status hukum para tersangka setelah berkas lengkap.
Berita Terkait
Pasar Murah Aceh Besar Bantu Warga Jelang Idul Adha
Ketua TP PKK Aceh Besar apresiasi Pasar Murah di Peukan Bada yang bantu warga dapatkan kebutuhan pokok terja...
Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyumbang tiga canting batik dan satu mesin tenun untuk pengrajin b...
43 CPNS Kemenag Nagan Raya Dilantik Jadi PNS
Sebanyak 43 CPNS Kemenag Nagan Raya dilantik menjadi PNS oleh Menag Nasaruddin Umar pada 21 Mei; mayoritas a...
Pemadaman Listrik Sumatera: PLN Periksa Jaringan Setelah Padam 23 Mei
Seluruh Sumatera padam listrik Jumat 23/5 pukul 18.45 WIB. PLN Sumut kerahkan tim teknis untuk pemeriksaan d...
Ibadah Qurban: Makna Spiritual dan Sosial di Aceh Besar
Tgk Tarmizi: qurban adalah sarana membersihkan jiwa dan memperkuat solidaritas sosial, disampaikan pada khut...
Posyandu Aceh Dukung Target Vaksinasi dan IDL, Cakupan 34%
Ketua TP Posyandu Aceh dukung upaya Kemenkes tingkatkan vaksinasi dan IDL; cakupan Aceh saat ini 34% dan tar...