Haji Uma Tinjau Pembuatan Alat Pertanian, Dorong Pengembangan KDKMP
Anggota DPD RI H Sudirman atau Haji Uma meninjau proses pembuatan alat pertanian di Gampong Mee Matang Panyang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Kamis (21/5). Kunjungan reses ini bertujuan menilai potensi pengembangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui produksi alat pertanian berbasis masyarakat desa dan menampung aspirasi terkait dana desa serta program Green Village.
Kunjungan dan tujuan peninjauan
Haji Uma meninjau langsung kegiatan pandai besi yang menjadi sumber produksi peralatan pertanian lokal. Ia datang bersama Komisaris PT Perta Arun Gas, Wanda Assyura, untuk melihat potensi usaha yang bisa dikembangkan sebagai unit KDKMP.
Kunjungan diterima Geuchik Syamsul Bahri, Ketua KDKMP Mee Matang Panyang Rahmad Ananda, dan sejumlah pengurus koperasi. Pertemuan menitikberatkan pada pengumpulan informasi lapangan mengenai implementasi Undang-Undang Desa dan peluang ekonomi desa.
Potensi usaha pandai besi dan pasar
Usaha pandai besi di desa itu telah memiliki pasar yang luas. Selain dipasarkan di berbagai kawasan dalam Aceh, produk peralatan pertanian juga dikirim ke luar daerah.
"Untuk pemasaran, sudah sampai ke luar daerah," ujar Rahmad Ananda.
Meski demikian, pengurus menyatakan keterbatasan biaya produksi menjadi kendala utama pengembangan. Mereka berencana membentuk unit usaha KDKMP yang fokus memproduksi alat-alat pertanian untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi.
Permodalan dan dukungan perbankan
Haji Uma menyambut rencana pengembangan unit usaha KDKMP dan mendorong dukungan permodalan. Ia berharap institusi perbankan dapat terlibat memberi akses pembiayaan agar unit usaha mampu membuka lapangan kerja setempat.
Peninjauan juga membahas pengelolaan dana desa sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Aspirasi warga mengenai transparansi dan pemanfaatan dana desa dicatat dalam reses tersebut.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Pemajuan produksi alat pertanian melalui KDKMP dinilai berpotensi meningkatkan ekonomi desa dan memperluas pasar produk lokal. Langkah berikutnya adalah mematangkan rencana unit usaha, mencari skema pembiayaan, dan memperkuat manajemen koperasi agar inisiatif yang digagas nasional dapat terealisasi di tingkat desa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tangkap Pengedar 'Vape Getar' Jaringan Malaysia
Polrestabes Medan menangkap seorang tersangka dan menyita 128 unit "Vape Getar" jaringan Malaysia di Medan S...
Sumut Percepat Konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Penang
Pemprov Sumut percepat konektivitas Kuala Tanjung–Penang untuk menekan biaya logistik dan memperkuat daya sa...
Sumut dan DPRD Tinjau Samsat Binjai untuk Kejar Target PAD 2026
Pemprov Sumut dan DPRD meninjau Samsat Binjai (6/7/2026) untuk evaluasi capaian pajak, program percepatan, d...
Tiorita Surbakti Resmi Plt Bupati Langkat, SK Diserahkan Gubernur
Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti menerima SK Plt Bupati dari Gubernur Sumut pada 6 Juli; penekanan pada...
KPK Temukan 55 Kg Logam Diduga Platinum di Mobil Bupati Langkat
KPK menemukan 55 kg logam diduga platinum dalam mobil Bupati Langkat saat OTT; penyidik akan memverifikasi a...
Remaja 16 Tahun Laporkan Penganiayaan oleh Satpol PP Deliserdang
Remaja 16 tahun melapor ke Polda Sumut atas dugaan penganiayaan oleh oknum Satpol PP Deliserdang setelah raz...