MPU Aceh Timur Imbau Umat yang Mampu untuk Berkurban
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Tgk. H. Ibrahim atau Waled, mengajak seluruh umat Islam yang mampu secara finansial untuk melaksanakan kurban pada Jumat (22/5) di Masjid Agung Darussalihin Idi. Ia menegaskan bahwa meskipun hukum berkurban sunat, pahala dan manfaat sosialnya besar sehingga umat tidak perlu takut menjadi miskin karena berkurban.
Imbauan berkurban dan tujuan sosial
Waled rutin menyampaikan imbauan agar kaum muslimin dan muslimat yang memiliki kelapangan rezeki melaksanakan ibadah kurban. Menurutnya, kurban bukan sekadar ketaatan ritual, tetapi juga sarana mempererat kepedulian sosial melalui pembagian kepada warga membutuhkan.
"Jika mampu maka berkurban, jangan pelit dan jangan takut miskin gara-gara berkurban,"
Kata-kata itu disampaikan Waled saat mengisi khotbah Jumat. Ia mendorong masyarakat untuk menggalakkan budaya berkurban di desa masing-masing atau menyerahkan kepada panitia yang telah dibentuk.
Syarat hewan kurban dan acuan harga
Waled mengingatkan ada beberapa syarat penting agar hewan kurban sah. Hewan harus cukup umur, tidak cacat, dan bebas penyakit. Ia mencontohkan kisaran harga sebagai acuan bagi jamaah yang ingin membeli hewan sehat.
- Kambing sehat: Rp2,5 juta–Rp3 juta per ekor.
- Sapi atau lembu sehat: Rp17,2 juta per ekor.
Waled juga menjelaskan opsi pembagian biaya: jika seekor sapi seharga Rp17,2 juta dibagi tujuh orang, maka setiap orang cukup menanggung sekitar Rp2,5 juta. Dengan hitungan itu, ia menilai alasan tidak mampu untuk berkurban sebaiknya dikaji kembali.
Penyaluran daging kurban
Setelah proses penyembelihan, Waled mengimbau agar prioritas penyaluran daging adalah untuk fakir, miskin, dan anak-anak yatim. Ia menekankan pentingnya transparansi dan keteraturan penyaluran melalui panitia yang resmi di setiap desa.
Pesan akhir
Waled menutup khutbah dengan ajakan agar mereka yang memiliki kelebihan harta mempertimbangkan berkurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi sosial. Ia mengingatkan bahwa rezeki adalah titipan Allah, dan berkurban merupakan salah satu cara memperkuat solidaritas antarwarga.
Berita Terkait
Pasar Murah Aceh Besar Bantu Warga Jelang Idul Adha
Ketua TP PKK Aceh Besar apresiasi Pasar Murah di Peukan Bada yang bantu warga dapatkan kebutuhan pokok terja...
Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyumbang tiga canting batik dan satu mesin tenun untuk pengrajin b...
43 CPNS Kemenag Nagan Raya Dilantik Jadi PNS
Sebanyak 43 CPNS Kemenag Nagan Raya dilantik menjadi PNS oleh Menag Nasaruddin Umar pada 21 Mei; mayoritas a...
Pemadaman Listrik Sumatera: PLN Periksa Jaringan Setelah Padam 23 Mei
Seluruh Sumatera padam listrik Jumat 23/5 pukul 18.45 WIB. PLN Sumut kerahkan tim teknis untuk pemeriksaan d...
Ibadah Qurban: Makna Spiritual dan Sosial di Aceh Besar
Tgk Tarmizi: qurban adalah sarana membersihkan jiwa dan memperkuat solidaritas sosial, disampaikan pada khut...
Posyandu Aceh Dukung Target Vaksinasi dan IDL, Cakupan 34%
Ketua TP Posyandu Aceh dukung upaya Kemenkes tingkatkan vaksinasi dan IDL; cakupan Aceh saat ini 34% dan tar...