Tanjungbalai Studi Komparatif ke Tangsel soal Digitalisasi PAD
Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang Selatan pada Selasa (19/5) untuk mempelajari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis digital. Delegasi dipimpin Plh Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dan melibatkan OPD pengelola PAD. Kunjungan berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, sebagai studi komparatif untuk memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi pelayanan publik.
Tujuan kunjungan dan fokus pembelajaran
Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung mekanisme digitalisasi layanan dan sistem pembayaran yang diterapkan Pemkot Tangsel. Menurut Fadly, capaian Tangsel dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Jawa-Bali menjadi alasan utama rombongan datang.
“Kami mendapat banyak gambaran bagaimana sistem yang ada di Kota Tangsel dan ini bisa diaplikasikan di Kota Tanjungbalai. Alasannya adalah Tangsel itu TP2DD-nya terbaik se-Indonesia. Kedua, optimalisasi potensi yang ada,”
Fadly menilai, selain penghargaan TP2DD, optimalisasi potensi daerah Tangsel dapat menjadi contoh yang relevan bagi upaya peningkatan PAD di Tanjungbalai.
Strategi digitalisasi PAD di Tangsel
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa pemkot terus mengembangkan layanan publik berbasis digital untuk memudahkan warga. Sistem ini mencakup administrasi dan pembayaran daring yang bisa diakses dari rumah atau perangkat seluler.
“Sekarang segala pelayanan harus dilakukan dari rumah. Karena orang-orang semakin sibuk, padat kegiatannya. Ibu rumah tangga pun punya pekerjaan lain, misal jualan online dan lain sebagainya sambil mengurus anak,”
Pilar menambahkan bahwa pengembangan sistem pembayaran dan administrasi daring mengikuti tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. Tujuannya meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan efisiensi layanan publik.
Rencana adopsi oleh Tanjungbalai
Dari pertemuan, Pemerintah Kota Tanjungbalai berencana mengadopsi beberapa inovasi Tangsel. Rencana awal mencakup digitalisasi mekanisme pembayaran pajak dan retribusi serta penyederhanaan layanan administrasi daerah.
Fadly menegaskan pentingnya membangun sistem yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, optimalisasi PAD bukan sekadar menaikkan angka penerimaan. Lebih dari itu, diperlukan tata kelola yang efektif, peningkatan kepatuhan melalui pendekatan digital, dan pengalaman layanan yang lebih baik bagi warga.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Langkah studi banding ini membuka peluang transfer teknologi dan penyesuaian kebijakan sesuai kondisi lokal Tanjungbalai. Selanjutnya, pemkot akan menyusun roadmap implementasi digitalisasi administrasi dan pembayaran, termasuk pelatihan sumber daya manusia serta penyesuaian regulasi teknis.
Dengan adopsi yang tepat, diharapkan peningkatan PAD berjalan seiring perbaikan layanan publik dan kepatuhan pajak. Upaya ini juga memberi contoh bagi pemerintah daerah lain yang ingin mempercepat transformasi digital fiskal.
Berita Terkait
Pasar Murah Aceh Besar Bantu Warga Jelang Idul Adha
Ketua TP PKK Aceh Besar apresiasi Pasar Murah di Peukan Bada yang bantu warga dapatkan kebutuhan pokok terja...
Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyumbang tiga canting batik dan satu mesin tenun untuk pengrajin b...
43 CPNS Kemenag Nagan Raya Dilantik Jadi PNS
Sebanyak 43 CPNS Kemenag Nagan Raya dilantik menjadi PNS oleh Menag Nasaruddin Umar pada 21 Mei; mayoritas a...
Pemadaman Listrik Sumatera: PLN Periksa Jaringan Setelah Padam 23 Mei
Seluruh Sumatera padam listrik Jumat 23/5 pukul 18.45 WIB. PLN Sumut kerahkan tim teknis untuk pemeriksaan d...
Ibadah Qurban: Makna Spiritual dan Sosial di Aceh Besar
Tgk Tarmizi: qurban adalah sarana membersihkan jiwa dan memperkuat solidaritas sosial, disampaikan pada khut...
Posyandu Aceh Dukung Target Vaksinasi dan IDL, Cakupan 34%
Ketua TP Posyandu Aceh dukung upaya Kemenkes tingkatkan vaksinasi dan IDL; cakupan Aceh saat ini 34% dan tar...