Lokal

Kericuhan di Hari Damai Aceh: Mobil dan Motor Dibakar di Banda Aceh

Bagikan:
Mobil warga dilempar massa saat kericuhan peringatan Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

BANDA ACEH — Kericuhan mewarnai peringatan Hari Damai Aceh ke-21, Sabtu (15/8), di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Massa merusak dan membakar satu mobil Pajero Sport serta satu sepeda motor warga saat suasana zikir dan doa tolak bala memanas.

Kronologi singkat kericuhan

Kericuhan terjadi setelah acara zikir akbar dan doa tolak bala yang digelar untuk memperingati 21 tahun damai Aceh. Massa yang tiba-tiba terlibat ricuh melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi.

Satu unit mobil Pajero Sport warna hitam menjadi sasaran lemparan batu. Kaca pecah dan bodi mobil mengalami kerusakan. Situasi semakin panas hingga satu sepeda motor di sisi kiri Masjid Raya Baiturrahman dibakar.

Kerusakan dan upaya warga

Salah seorang warga yang berada di lokasi, Adi, menyatakan pemilik Pajero adalah warga asal Aceh Barat Daya. Mereka datang bersama keluarga untuk mengikuti kegiatan zikir dan doa.

"Mobil itu parkir di sana dan jadi sasaran amukan massa,"

Adi menambahkan pemilik mobil tidak mengetahui kendaraannya menjadi sasaran karena saat kericuhan terjadi mereka tidak berada persis di dekat kendaraan. Setelah rusak, mobil itu didorong oleh warga ke depan masjid.

Respons kepolisian

Polisi dikerahkan untuk meredam dan membubarkan massa saat situasi memanas. Personel hadir di lokasi untuk mengamankan area sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, informasi tentang korban luka, penangkapan, atau jumlah kendaraan yang terdampak masih belum dipublikasikan secara resmi oleh aparat di lokasi.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kericuhan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan warga dan peserta peringatan damai. Penyelidikan lebih lanjut oleh aparat diperlukan untuk mengetahui pemicu kericuhan dan menentukan langkah penegakan hukum.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya pengamanan kegiatan publik, terutama pada momen-momen sensitif yang melibatkan massa besar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait