Kementan Gelontorkan Rp2,5 T untuk Pemulihan Pertanian Aceh
Banda Aceh — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menggelar konferensi pers pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjelaskan dukungan anggaran Kementerian Pertanian untuk pemulihan pasca bencana hidrometeorologi di Aceh. Pertemuan Gubernur Muzakir Manaf dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghasilkan total bantuan sebesar Rp2,5 triliun.
Besaran dan alokasi anggaran
M. Nasir merinci alokasi dana tersebut. Sebesar Rp515 miliar berada pada Satker Daerah, dengan pembagian Rp9,7 miliar untuk Pemerintah Provinsi Aceh dan Rp505,3 miliar untuk pemerintah kabupaten/kota. Sekitar Rp2 triliun lagi dikelola di Satker Pusat dan balai Kementerian Pertanian untuk pengadaan barang dan program.
| Jenis | Jumlah | Penggunaan utama |
|---|---|---|
| Total bantuan | Rp2,5 triliun | Pemulihan sawah dan perkebunan |
| Satker Daerah | Rp515 miliar | Alokasi provinsi dan kabupaten/kota |
| Satker Pusat | Rp2 triliun | Alat & mesin, pembibitan, benih |
Progres penyaluran dan mekanisme
Hingga 6 Agustus 2026, realisasi anggaran tercatat 50,3 persen. Sekda menegaskan dana Satker Daerah tidak ditampung di kas daerah, melainkan berada di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh di bawah Kementerian Keuangan.
Untuk penyaluran Rp2 triliun pada Satker Pusat, bentuk bantuannya adalah program dan barang. Pengadaan meliputi alat dan mesin pertanian, pembibitan, serta benih padi, jagung, kopi, kelapa, kakao, dan karet. Nasir menyatakan program disalurkan langsung oleh Kementerian Pertanian sehingga penerima manfaat menerima bantuan berupa barang dan layanan.
Kerusakan lahan dan upaya rehabilitasi
Bencana hidrometeorologi mengakibatkan kerusakan luas pada sektor pertanian. Data yang dipaparkan menunjukkan sejauh ini upaya pemulihan sudah berjalan melalui tahapan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi), verifikasi, dan pembibitan.
| Sektor | Status/Detail |
|---|---|
| Sawah (terdampak) | 57.485 ha (rusak ringan 27.437 ha, rusak sedang 13.651 ha, rusak berat 16.276 ha, hilang 120 ha) |
| Sawah (rehabilitasi) | 40.852 ha dalam proses optimalisasi dan rehabilitasi (ringan–sedang) |
| Perkebunan (terdampak) | 60.438 ha terdampak; 40.418 ha sedang dipulihkan melalui CPCL, verifikasi, dan pembibitan |
Sebagian alat dan mesin pertanian telah diterima langsung oleh pemerintah kabupaten/kota. Program pelaksanaan dilaksanakan melalui Satker Pusat dan Balai Kementerian Pertanian di Medan.
Penutup
Pemerintah Aceh menegaskan semua proses penyaluran dan pemulihan mengikuti mekanisme Kementerian Pertanian agar masyarakat memperoleh informasi utuh mengenai skema dan realisasi anggaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tafoo’lo Nehe Minta Diundang ke Istana: Warisan Lompat Batu Nias
Tafoo’lo Nehe, mantan pelompat batu dari Bawomataluo, minta diundang ke Istana Merdeka untuk upacara 17 Agus...
Ketua DPRD Deli Serdang Audiensi dengan Menteri LH soal Lingkungan
Ketua DPRD Deli Serdang audiensi dengan Menteri LH membahas alih fungsi lahan, pencemaran pabrik, dan penega...
Partai Demokrat dan Pemko Sibolga Tanam Pohon di Kawasan Huntap
DPC Partai Demokrat dan Pemko Sibolga menanam pohon buah dan pelindung di Huntap Jalan Sudirman untuk menduk...
Polres Langkat Ungkap 34 Tersangka Narkotika dan 6 Kasus Kriminal
Kapolres Langkat memaparkan pengungkapan 34 tersangka narkotika dan beberapa kasus kriminal pada konferensi...
Cakap Melayu: Mahasiswa LP3I Hidupkan Budaya Melayu di Medan
Mahasiswa Politeknik LP3I Medan angkatan 2024 menggelar 'Cakap Melayu' untuk melestarikan bahasa dan budaya...
Polres Langkat Perkuat Kamtibmas lewat Safari Jumat Curhat
Kapolres Langkat gelar Safari Jumat Curhat di Stabat, ajak warga perkuat agama, lawan narkoba, dan bijak ber...