Lokal

BPKH, BRIN & Harika Dorong Generasi Z Jadi Produsen Konten Dakwah Haji

Bagikan:
Peserta dan narasumber acara Sosialisasi Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar di SMA IT Al Fityan Medan

Medan, 14 Agustus — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Harika Foundation meluncurkan pendekatan baru untuk sosialisasi haji usia muda di Aula SMA IT Al Fityan Medan, Jumat (14/8). Program bertajuk Sosialisasi Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar menempatkan generasi Z bukan sebagai penerima, melainkan sebagai produsen konten dakwah digital.

Kolaborasi lintas institusi

Acara ini mempertemukan regulator dana haji, lembaga riset negara, pesantren, komunitas, akademisi, dan perbankan syariah. Peran masing-masing pihak difokuskan agar sosialisasi haji menjangkau ruang-ruang anak muda di platform digital.

BPKH bertindak sebagai penggerak literasi dan kesiapan finansial calon jemaah muda. Sementara BRIN dan akademisi menyumbang temuan riset tentang perilaku menabung, tata kelola dana haji, dan pola konsumsi informasi keagamaan generasi muda. Harika Foundation menjalankan program di lapangan melalui gerakan Dai Sejuta Mimbar.

Program Dai Sejuta Mimbar: dari riset ke konten

Harika Foundation menerjemahkan hasil riset dan kebijakan ke dalam format yang akrab bagi anak muda. Pendekatan ini melihat ponsel setiap remaja sebagai "mimbar" baru untuk menyebarkan nilai-nilai agama.

"Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin. Semakin dini memulai, semakin besar peluang generasi muda mewujudkan cita-cita berhaji,"

Demikian disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, saat membuka acara. Ia menekankan bahwa pendaftaran sejak usia muda memiliki nilai strategis karena masa tunggu haji yang panjang di beberapa daerah.

Agenda dan narasumber

Acara menghadirkan talkshow dan kompetisi produksi konten dakwah. Peserta diajak membuat materi kreatif tentang kesiapan haji sejak dini dan mendapat pendampingan menjadi kreator dakwah digital.

Beberapa narasumber yang tampil antara lain:

  • Indra Gunawan — Anggota Badan Pelaksana BPKH
  • Juni Supriyanto — Deputi Bidang Penghimpunan BPKH
  • Banu Muhammad — narasumber literasi keuangan
  • Irwanda Wisnu Wardhana — pembicara ekonomi digital
  • Meidy Ferdiansyah — pembicara perencanaan tujuan keuangan

Tujuan dan harapan

Sekolah tuan rumah, SMA IT Al Fityan Medan, menyambut positif program ini. Kepala sekolah, Ustadz Pilmon Ginting, menilai penguatan pemahaman agama sekaligus kemampuan menggunakan teknologi menjadi kebutuhan mendesak bagi pendidikan Islam terpadu.

Sinergi antar-pemangku kepentingan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang siap secara spiritual, finansial, dan kompetensi digital. Selain itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif melalui konten kreatif di platform digital.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait