Bapanas Salurkan Bantuan Beras Tiga Bulan Sekaligus
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan pangan beras tahap kedua akan disalurkan sekaligus untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 setelah Kementerian Keuangan menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp17,52 triliun. Penyaluran direncanakan dimulai pada Agustus 2026 dan akan dilaksanakan melalui Perum Bulog.
Penyaluran dan jadwal
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan skema awal hanya untuk satu bulan, namun Kementerian Keuangan memberi ruang untuk penyaluran tiga bulan sekaligus. Dengan keputusan ini, penyaluran dilakukan one shot untuk bulan Juli hingga September.
"Persetujuannya dapat 3 bulan. Anggarannya Rp17,52 triliun dapatnya. Awalnya mau 1 bulan dahulu, tapi Kemenkeu memberikan ruang untuk langsung 3 bulan. Jadi bisa one shoot sekaligus 3 bulan,"
Stok dan peran Bulog
Ketut menyatakan Bapanas akan menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan. Bulog disebut telah menyiapkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 5,25 juta ton, jumlah yang menurut Bapanas mencukupi untuk mendukung penyaluran tahap kedua.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk mempercepat operasi di lapangan agar distribusi berjalan lancar dan dapat membantu menstabilkan pasokan.
Alokasi penerima dan jumlah bantuan
Program ini menyasar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras untuk masing-masing alokasi Juli, Agustus, dan September, sehingga total bantuan per KPM mencapai 30 kilogram beras.
- Jumlah KPM: 33,24 juta keluarga
- Alokasi per bulan: 10 kg beras per KPM
- Total per KPM: 30 kg (Juli-September)
- Target penyaluran: hampir 997,2 ribu ton beras
Dampak pada harga dan inflasi
Bapanas menargetkan penyaluran hampir 997,2 ribu ton beras dapat membantu menekan harga di pasaran. Pengurangan kebutuhan masyarakat membeli beras di pasar diharapkan turut menjaga laju inflasi.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi harga beras secara tahunan pada Juni 2026 sebesar 3,98%, turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55%. Penyaluran bantuan diharapkan memperkuat tren penurunan tersebut pada bulan-bulan berikutnya.
Dengan persiapan stok Bulog dan dana ABT yang telah disetujui, Bapanas menaruh harapan program ini dapat meringankan beban konsumsi keluarga dan membantu stabilisasi harga hingga akhir kuartal ketiga 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Data BPS Jadi Dasar Penanganan Backlog Perumahan
Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan sensus BPS akan jadi dasar penanganan backlog perumahan dengan data b...
Kemenekraf Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif untuk Nilai Tambah
Kemenekraf perkuat hilirisasi industri kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat p...
Muna Barat Siapkan 10 Hektare untuk Sekolah Rakyat
Muna Barat memperluas lahan Sekolah Rakyat jadi 10 hektare untuk menampung 2.000 siswa; proses administrasi...
Gibran: Survei dan Pengawasan Publik Bagian Demokrasi
Wapres Gibran menyatakan survei dan pengawasan publik bagian demokrasi; pengawasan harus objektif, berbasis...
Sekolah Rakyat Landak Berpeluang Masuk Tahap III, Tender Oktober 2026
Usulan Sekolah Rakyat Landak berpotensi masuk Tahap III dan mengikuti proses tender Oktober 2026 setelah kel...
BGN Siapkan Skema Distribusi MBG di Wilayah Rawan Konflik
BGN menyusun skema distribusi MBG khusus untuk menjangkau anak di wilayah rawan konflik seperti Papua, NTT,...