PDI Perjuangan Kirim Air Bersih ke Desa Sendangharjo, Bojonegoro
BOJONEGORO — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro mengirim pasokan air bersih baru-baru ini ke Dusun Klumpang RT 04 RW 02, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Aksi itu dilakukan karena dampak musim kemarau panjang masih dirasakan warga di dataran tinggi setempat. Pengiriman bertujuan memenuhi kebutuhan segera setelah sumur warga mengering dan debit air menurun drastis.
Kebutuhan air di Desa Sendangharjo
Warga Desa Sendangharjo menyambut positif bantuan air tersebut. Meski hujan sudah mulai turun beberapa hari terakhir, ketersediaan air bersih belum merata. Sumur-sumur warga di Dusun Klumpang banyak yang kering dan tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Respons cepat dari DPC datang setelah ada laporan langsung dari masyarakat yang terdampak. Pengiriman pasokan air menjadi solusi jangka pendek untuk mencegah krisis air di musim peralihan ini.
Dua PR besar bagi Pemkab
Pengurus DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, M. Hasan Abrori, menyoroti masalah iklim ekstrem yang memicu dua persoalan utama. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten harus mengambil langkah jangka panjang untuk mengatasi kedua persoalan itu.
"Kabupaten Bojonegoro ini ada dua hal yang seharusnya pemerintah kabupaten mengambil tindakan jangka panjang dalam menanganinya dalam bentuk tahunan. Satu kekeringan dan kedua banjir,"
Hasan menambahkan bahwa bantuan hari ini penting karena distribusi hujan belum merata.
"Untuk hari ini DPC mengirim air bersih. Meski beberapa hari ada kiriman air hujan tapi belum merata, masyarakat masih sangat memerlukan air bersih,"
Respons cepat dan gotong royong partai
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, mengatakan pengiriman merupakan tindak lanjut laporan warga. Ia menegaskan aksi itu bagian dari semangat gotong royong untuk membantu warga terdampak.
"Hal tersebut karena adanya laporan masyarakat Desa Sendangharjo akan kebutuhan air bersih. Ini adalah bentuk gotong royong DPC untuk bisa membantu warga dengan mengirimkan pasokan air bersih kepada masyarakat Desa Sendangharjo,"
Aksi kemanusiaan ini menunjukkan peran organisasi politik dalam penanganan darurat lokal. Pengiriman air dipandang sebagai bantuan sementara sekaligus pengingat perlunya solusi infrastruktur jangka panjang.
Implikasi dan langkah ke depan
Kasus di Sendangharjo menegaskan kebutuhan perencanaan antisipatif terhadap kekeringan dan banjir. Pemerintah daerah dituntut menyusun program konservasi air, survei sumur, dan jaringan pasokan yang tahan musim kering.
Di sisi masyarakat, respons cepat seperti pengiriman air menekan dampak sosial segera. Namun solusi permanen tetap diperlukan agar warga tidak berulang kali bergantung pada bantuan darurat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PA GMNI Jatim Tegaskan Kader Harus Isi Ruang Strategis
Deni Wicaksono minta kader PA GMNI Jatim isi ruang strategis dan konsolidasi organisasi agar cita-cita marha...
PA GMNI Jatim Perkuat Konsolidasi dan Dorong Kader Isi Ruang Strategis
PA GMNI Jatim menggelar Konferda V di Surabaya, menegaskan konsolidasi dan dorongan agar kader mengisi ruang...
Komisi A: Salah Tafsir Kuota 30% Perempuan pada Pengisian BPD di Jember
Komisi A DPRD Jember temukan salah tafsir kuota 30% perempuan pada pengisian BPD; rekomendasikan perbaikan a...
Dewanti Dorong Integrasi Trans Jatim Koridor II dengan Angkot Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendorong integrasi Trans Jatim Koridor II dengan angkot untuk lindungi sopir dan perluas la...
Rumah Roboh Diterjang Angin di Ngawi, Nenek 97 Mengungsi
Rumah Saelah (97) di Purwosari, Ngawi, ambruk diterjang angin kencang; korban selamat dan mendapat bantuan d...
Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Keluhkan Tak Terima Bantuan Sejak 1995
Guru madrasah diniyah di Pamekasan mengeluhkan tak menerima bantuan kesejahteraan sejak 1995 dan meminta pem...