Politik

PA GMNI Jatim Tegaskan Kader Harus Isi Ruang Strategis

Bagikan:
Peserta PA GMNI Jawa Timur berkumpul dalam Konferda V di Surabaya

Surabaya — Ketua DPD PA GMNI Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan pentingnya mendorong kader mengisi ruang-ruang strategis di lembaga negara. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Daerah (Konferda) V PA GMNI Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (31/10/2026). Menurut Deni, penguatan konsolidasi organisasi menjadi syarat untuk mewujudkan cita-cita berlandaskan marhaenisme.

Konsolidasi dan pengisian ruang strategis

Deni menyatakan organisasi harus kuat dan bersatu agar mampu menempatkan kader pada posisi eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Konferda V dihadiri wakil dari 30 dari 36 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PA GMNI se-Jawa Timur.

“Kita berusaha melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang ada, mencoba untuk bisa merangkul semua kelompok, semua elemen, sesuai dengan kemampuan kami,” — Deni Wicaksono

Ia menekankan kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai modal utama. Deni juga mengingatkan bahwa proses konsolidasi harus terus berjalan agar organisasi tidak kehilangan orientasi perjuangan.

Adaptasi terhadap revolusi teknologi

Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdi Yuhana, hadir mewakili pusat dan mengingatkan pentingnya adaptasi teknologi. Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung cepat dan menuntut peningkatan kapasitas kader.

“Dunia terus mengalami revolusi dan perubahan setiap 100 tahun, dari mesin uap hingga era robotik, big data, dan kecerdasan buatan (AI). Kader GMNI harus berdamai dan mengikuti perkembangan zaman ini dengan tetap berpijak pada asas perjuangan kerakyatan,” — Abdi Yuhana

Abdi juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai basis lahirnya banyak kader dan tokoh nasional yang berpegang pada pemikiran Bung Karno.

Agenda Konferda V dan rekomendasi

Panitia menyusun sejumlah agenda strategis selama Konferda V. Ketua panitia, Hakim Yunizar, menyebut forum ini lebih dari sekadar pemilihan pengurus.

“Konferensi daerah ini harus kita maknai sebagai momentum konsolidasi organisasi dan pergulatan pemikiran, sehingga lahir rumusan strategi dan arah perjuangan ke depan,” — Hakim Yunizar

Agenda utama mencakup:

  • Laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya
  • Pemilihan pengurus DPD PA GMNI Jawa Timur untuk masa bakti berikutnya
  • Sidang komisi untuk merumuskan rekomendasi internal dan eksternal
  • Pembahasan peran alumni dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah

Salah satu fokus khusus adalah memperkuat peran alumni dalam memastikan kebijakan daerah berpihak kepada rakyat kecil atau kaum marhaen. Konferda juga dimaksudkan untuk mendorong kolaborasi lintas generasi di tubuh organisasi.

Dengan rumusan strategis yang diharapkan lahir dari forum ini, PA GMNI Jawa Timur menargetkan peningkatan kiprah kader dan alumni di pemerintahan serta ruang-ruang pengabdian masyarakat ke depan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait