ASN Blitar Kerja Bakti di Pasar lewat Gerakan ASRI
Blitar — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Blitar dikerahkan dalam Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) untuk membersihkan kawasan publik pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan dipusatkan di Pasar Kanigoro dan Pasar Sutojayan sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan di area aktivitas ekonomi.
Gerakan di dua pasar
Pelaksanaan difokuskan di dua pasar itu karena menjadi pusat interaksi pedagang dan pembeli. ASN membersihkan area perdagangan, mengatur sampah, dan menata lingkungan pasar agar lebih bersih dan nyaman.
Selain kerja bakti, kegiatan juga dimaksudkan untuk menunjukkan keterlibatan pemerintah secara langsung. Dengan demikian, ASN menjadi teladan yang dapat mendorong masyarakat ikut menjaga kebersihan.
Tujuan dan pesan Bupati
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyatakan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar kepedulian terhadap kebersihan menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk memiliki kepedulian dan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan,"
Rijanto juga menekankan ASN harus memulai perubahan dari diri sendiri melalui keterlibatan langsung. Keteladanan ini diharapkan memotivasi warga melakukan hal serupa secara konsisten.
Dampak terhadap pedagang dan pembeli
Menurut Bupati, pasar yang bersih akan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Lingkungan yang tertata baik juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi karena pembeli merasa lebih aman dan nyaman.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan tidak boleh bersifat insidental. Budaya kebersihan perlu ditanamkan agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada program khusus.
Lanjudan dan harapan
Gerakan ASRI ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Presiden RI mengenai penataan lingkungan dan peningkatan kualitas kebersihan kawasan publik. Pemkab Blitar berharap inisiatif ini meluas ke perkantoran, fasilitas umum, dan permukiman warga.
Melalui semangat gotong royong dan keteladanan ASN, pemerintah daerah menargetkan gerakan ini berkembang menjadi gerakan kolektif. Tujuannya, menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah secara berkelanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PA GMNI Jatim Perkuat Konsolidasi dan Dorong Kader Isi Ruang Strategis
PA GMNI Jatim menggelar Konferda V di Surabaya, menegaskan konsolidasi dan dorongan agar kader mengisi ruang...
Komisi A: Salah Tafsir Kuota 30% Perempuan pada Pengisian BPD di Jember
Komisi A DPRD Jember temukan salah tafsir kuota 30% perempuan pada pengisian BPD; rekomendasikan perbaikan a...
Dewanti Dorong Integrasi Trans Jatim Koridor II dengan Angkot Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendorong integrasi Trans Jatim Koridor II dengan angkot untuk lindungi sopir dan perluas la...
Rumah Roboh Diterjang Angin di Ngawi, Nenek 97 Mengungsi
Rumah Saelah (97) di Purwosari, Ngawi, ambruk diterjang angin kencang; korban selamat dan mendapat bantuan d...
Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Keluhkan Tak Terima Bantuan Sejak 1995
Guru madrasah diniyah di Pamekasan mengeluhkan tak menerima bantuan kesejahteraan sejak 1995 dan meminta pem...
Kasus Batu Yoni dan Gumuk Lumpang Jember Belum Terungkap
DPRD Jember: penyelidikan hilangnya dua batu yoni dan perusakan situs Gumuk Lumpang belum menunjukkan perkem...