Politik

Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim

Bagikan:

Trenggalek — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ekonomi dari industri gim. Pernyataan itu disampaikan saat acara "Membangun Kemajuan Daerah melalui Dunia Gim" di Aula PHD Nusantara, Kecamatan Durenan, Jumat (30/10/2026). Novita menekankan bahwa anak muda harus beralih dari sekadar pengguna menjadi pencipta karya digital yang bernilai ekonomi.

Peluang pekerjaan di ekosistem gim

Novita menjelaskan bahwa industri gim menawarkan beragam profesi. Tidak hanya pengembang perangkat lunak, tetapi juga posisi kreatif dan pemasaran yang luas di pasar digital.

  • Penulis cerita
  • Ilustrator
  • Desainer karakter
  • Animator
  • Tenaga pemasaran digital

Ia menilai keterampilan tersebut dapat dipelajari oleh pemuda di daerah sehingga membuka jalan ke industri kreatif digital. Dengan demikian, hobi bermain game dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Dorongan transformasi dari pemain menjadi pencipta

Dalam sambutannya Novita menekankan pentingnya peningkatan kapasitas. Menurutnya, proses transformasi itu dimulai dari pembelajaran keterampilan teknis hingga pembuatan karya yang bisa dipasarkan.

"Anak muda harus naik kelas, dari sekadar bermain menjadi pencipta. Hobi bisa menjadi keterampilan, keterampilan bisa melahirkan karya, dan karya dapat membuka peluang ekonomi,"

Gim sebagai media promosi potensi lokal

Selain membuka profesi baru, Novita melihat gim sebagai sarana memperkenalkan budaya dan potensi daerah. Cerita rakyat, sejarah, keindahan alam, dan pertanian Trenggalek bisa diangkat menjadi tema permainan digital.

Dengan pendekatan ini, teknologi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat promosi yang mampu menjangkau audiens lebih luas dan meningkatkan kesadaran akan potensi lokal.

Pendampingan dan literasi digital diperlukan

Novita juga mengingatkan bahwa pengembangan industri harus disertai pendampingan. Aspek etika penggunaan teknologi, keamanan siber, dan pengelolaan waktu menjadi bagian penting dalam program pembelajaran.

Ia menyerukan kolaborasi antara pemerintah desa, komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk membuka ruang belajar dan akses bagi generasi muda. Dukungan ini dinilai krusial agar anak muda di daerah memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan.

"Teknologi jangan sampai menjauhkan anak muda dari desanya. Justru teknologi harus menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi lokal dan menciptakan peluang baru. Kita ingin membuktikan bahwa kreativitas dan karya bernilai ekonomi juga bisa lahir dari Trenggalek,"

Melalui pengembangan ekosistem industri gim, Novita berharap kreativitas generasi muda Trenggalek berkembang menjadi peluang usaha dan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait