Museum Penataran Expo 2026: Blitar Luncurkan Aplikasi Reservasi Online
Blitar — Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Museum Penataran Expo 2026 pada 29–31 Oktober 2026 di halaman Diorama Penataran, Kecamatan Nglegok. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran aplikasi reservasi online Museum Penataran untuk memperluas akses publik terhadap edukasi sejarah dan pelestarian warisan budaya takbenda.
Museum sebagai ruang edukasi yang hidup
Bupati Blitar Rijanto menekankan bahwa museum harus berkembang menjadi ruang edukasi relevan dengan dinamika zaman. Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya bersifat simbolis atau seremonial.
“Pelestarian kebudayaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengikuti perkembangan zaman. Museum harus mampu menjadi ruang edukasi yang menarik, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat,”
— Rijanto
Rijanto menyebut pengelolaan museum perlu dikembangkan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat luas.
Aplikasi reservasi online untuk mempermudah kunjungan
Salah satu hasil konkret expo adalah peluncuran aplikasi reservasi online Museum Penataran. Layanan digital ini memungkinkan masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda, memesan kunjungan secara daring, mengakses informasi koleksi, dan merencanakan kunjungan dengan lebih praktis.
Rijanto berharap digitalisasi layanan akan meningkatkan aksesibilitas museum dan mengangkat peran museum sebagai media pembelajaran sejarah di luar sekolah.
Fokus expo: warisan budaya takbenda
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Eko Susanto, menjelaskan expo tiga hari ini fokus pada pengenalan warisan budaya takbenda Kabupaten Blitar. Kegiatan menampilkan ragam tradisi dan upaya pelestariannya kepada pengunjung.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkenalkan keberagaman budaya Kabupaten Blitar sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap upaya pelestariannya,”
— Eko Susanto
Partisipasi dan harapan ke depan
Pembukaan expo dihadiri anggota DPRD Kabupaten Blitar, kepala perangkat daerah, Muspika Nglegok, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pemerintah daerah berharap acara ini membuat Museum Penataran semakin dikenal sebagai ruang edukasi yang terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan digitalisasi layanan dan fokus pada warisan takbenda, Pemkab Blitar ingin memastikan museum menjadi tempat masyarakat mengenal, merawat, dan meneruskan identitas budaya daerah bagi generasi mendatang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Novita Bagikan 4.000 Liter Air dan Mesin Pencacah di Trenggalek
Novita Hardini menyalurkan 4.000 liter air bersih, paket sembako, dan 36 mesin pencacah limbah untuk warga d...
Gelar Sosialisasi, Guntur Dorong Fasilitasi Alat Gamelan untuk Langen Beksan
Guntur Wahono berjanji fasilitasi pengadaan gamelan lewat APBD Jatim untuk mendukung paguyuban Langen Beksan...
DPR Serahkan 37 Unit Alsintan untuk 36 Kelompok Tani di Bondowoso
Sonny T. Danaparamita menyalurkan 37 unit alsintan bagi 36 kelompok tani Bondowoso pada 28 Oktober 2026 untu...
Repdem Jatim Bersihkan Sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan
Lebih dari 100 aktivis Repdem Jatim membersihkan sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan, Rabu (28/10/...
Warga Karangsari Protes Pengelolaan HGU PT Makarti di Banyuwangi
Warga Karangsari protes pengelolaan HGU PT Makarti seluas >125 ha; tuntut transparansi dan manfaat ekonomi,...
Green Community Championship: Novita Ajak Trenggalek Pilah Sampah
Novita Hardini dorong pemilahan sampah dari rumah lewat Green Community Championship yang melibatkan TP PKK...