Politik

Gelar Sosialisasi, Guntur Dorong Fasilitasi Alat Gamelan untuk Langen Beksan

Bagikan:
Paguyuban Langen Beksan di Blitar berkumpul saat sosialisasi untuk pengajuan bantuan alat gamelan

Blitar — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono berkomitmen mendorong fasilitasi pengadaan perangkat gamelan melalui APBD Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan saat sosialisasi organisasi dan pelatihan bagi paguyuban Langen Beksan di Omah Babe, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (29/10/2026). Tujuannya agar kelompok seni tradisional dapat terus beraktivitas tanpa terkendala sarana.

Kebutuhan perangkat gamelan yang mendesak

Kegiatan diikuti 16 dari 24 paguyuban Langen Beksan di wilayah Blitar Timur. Pertemuan menjadi ruang penguatan organisasi sekaligus wadah menyampaikan kebutuhan sarana penunjang kegiatan seni.

Salah satu pelaku seni, Rusdianto, mengatakan kelompoknya belum memiliki gamelan sendiri sehingga harus menyewa perangkat setiap kali pentas.

“Selama ini kita terkendala alat gamelan. Kita belum memiliki gamelan sendiri, sehingga harus sewa setiap kali melakukan pertunjukan,”

Rusdianto mengapresiasi sosialisasi karena memberikan pemahaman mengenai mekanisme pengajuan bantuan ke pemerintah.

Janji fasilitasi lewat anggaran provinsi

Menanggapi aspirasi tersebut, Guntur menilai tumbuhnya paguyuban Langen Beksan menunjukkan partisipasi masyarakat yang kuat dalam menjaga kesenian tradisional. Namun menurutnya, keberlanjutan kegiatan seni bergantung pada ketersediaan sarana memadai.

Guntur menyebut sebagian paguyuban masih meminjam gamelan dari daerah lain seperti Tulungagung dan Malang untuk memenuhi kebutuhan pertunjukan.

“Blitar ini memang luar biasa tumbuh kembangnya kelompok-kelompok atau paguyuban Langen Beksan. Mayoritas kecamatan memiliki kelompok kesenian tersebut,”

Oleh karena itu, Guntur menyatakan akan mendorong pengadaan alat melalui APBD Provinsi agar kebutuhan kelompok seni dapat terakomodasi.

“Melalui APBD Jawa Timur kami akan memfasilitasi pengadaan alat-alat untuk menunjang kegiatan Langen Beksan yang ada di wilayah Blitar,”

Penguatan kelembagaan dan regenerasi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Eko Susanto, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan legalitas paguyuban. Menurutnya organisasi yang tertata memudahkan pemerintah memetakan potensi dan kebutuhan masing-masing kelompok.

Eko juga mendorong regenerasi lewat program pengenalan seni kepada pelajar, salah satunya Langen Beksan Goes to School. Ia melihat peluang kolaborasi dengan dunia pendidikan dan pelaku UMKM untuk membuka nilai ekonomi dari kegiatan kebudayaan.

“Penguatan kelembagaan dan legalitas organisasi penting agar komunitas memiliki landasan yang jelas. Selain itu, perlu ada inovasi dan regenerasi, sehingga Langen Beksan tidak hanya dikenal generasi tua, tetapi juga dapat dipelajari dan dikembangkan oleh generasi muda,”

Agenda ke depan

Guntur mengungkapkan rencana penyelenggaraan Gebyar Langen Beksan se-Kabupaten Blitar pada Januari 2027. Agenda itu akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-703 dan melibatkan seluruh paguyuban.

Dengan dukungan sarana, penguatan organisasi, dan program regenerasi, paguyuban Langen Beksan diharapkan terus berkembang sebagai aset budaya dan potensi pariwisata Kabupaten Blitar.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait