Politik

Hari Yulianto: Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo

Bagikan:
Hari Yulianto menyampaikan sambutan dalam bimtek pengelolaan sampah di Sidoarjo

SURABAYA — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, menegaskan kesadaran masyarakat sebagai kunci utama mengatasi persoalan sampah. Pernyataan itu disampaikan saat bimtek warga Desa Bareng Krajan dan Desa Sidorejo di Balai Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (29/10/2026). Ia juga mengingatkan bahwa rencana bantuan keuangan khusus (BKK) sebesar Rp300 juta pada 2027 harus diimbangi perubahan perilaku warga agar efektif.

Rencana BKK dan tantangan perilaku

Hari menyambut kebijakan anggaran dari pemerintah kabupaten sebagai dukungan. Namun ia menilai penambahan fasilitas tidak cukup tanpa partisipasi warga. Penambahan TPS, TPST, dan TPA bisa jadi sia-sia jika sampah terus dibuang tanpa dipilah dari rumah.

"Yang utama untuk mengatasi sampah sebenarnya adalah kesadaran masyarakat. Tanpa adanya kesadaran masyarakat, persoalan sampah ini tidak akan bisa diatasi,"

"Kalau tidak ada kesadaran, semua sampah langsung dibuang ke tempat sampah. Sebesar apa pun kita menyiapkan TPS, TPST, ataupun TPA, tidak akan pernah cukup,"

Langkah praktis: Terapkan 3R dan pemilahan sejak sumber

Hari mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, recycle atau 3R secara konsisten di rumah tangga. Kebiasaan sederhana bisa mengurangi timbulan sampah jika dilakukan bersama-sama.

  • Mengurangi beli barang sekali pakai, misalnya membawa tas belanja sendiri.
  • Menggunakan kembali wadah yang masih layak pakai.
  • Memilah sampah organik dan anorganik sejak dapur.
  • Mengolah sampah organik menjadi kompos atau bahan budidaya maggot.
  • Menyalurkan sampah bernilai ke bank sampah untuk didaur ulang.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Pengalaman kegiatan bersih-sungai menemukan sampah rumah tangga, termasuk popok sekali pakai dan barang besar seperti kasur.

Dampak dan tanggung jawab bersama

Menurut Hari, pemilahan sejak sumber penting agar material yang masih bisa dimanfaatkan tidak tercampur dan lebih mudah diolah. Penanganan sampah membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

"Persoalan sampah ini adalah problem kita semua, bukan hanya problem pemerintah. Sebesar apa pun dana yang digunakan untuk menangani sampah, tidak akan ada gunanya kalau kesadaran masyarakat tidak tumbuh,"

Ia menegaskan perubahan kebiasaan harus dimulai dari keluarga dan menyebar ke lingkungan. Dengan begitu, dukungan anggaran seperti BKK Rp300 juta pada 2027 dapat memberikan hasil nyata bagi pengelolaan sampah di Sidoarjo.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait