DPRD Surabaya Dorong Yekape Kembangkan Rumah Bekas dan Material
SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, mendorong PT Yekape Surabaya (Perseroda) mengembangkan bisnis pembelian rumah bekas dan penyediaan material konstruksi. Tujuannya membuka sumber pendapatan baru bagi perusahaan dan memperluas akses masyarakat ke hunian terjangkau. Usulan itu disampaikan setelah rapat Komisi B dengan Direktur Utama PT Yekape Surabaya, Hermin Rosita, beserta jajaran, Rabu (28/10/2026).
Alasan dorongan diversifikasi usaha
Baktiono menilai ketidakpastian ekonomi, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan harga material konstruksi membebani sektor properti. Oleh karena itu, ia mengusulkan Yekape menjajaki usaha yang masih terkait kompetensi inti perusahaan di bidang pembangunan dan properti.
Skema pembelian dan pengembangan rumah bekas
Baktiono menyarankan agar perusahaan tidak hanya mengandalkan pembangunan baru dan pembelian lahan. Salah satu opsi adalah membeli rumah bekas milik warga, merenovasi atau mengembangkan kembali, lalu menjualnya dengan harga lebih ekonomis.
“Alangkah baiknya pengembangan usahanya jangan berbeda jauh. Kalau selama ini bergerak di bidang bangunan dan banyak memiliki tenaga ahli teknik, pengembangan bisnisnya juga sebaiknya tetap berkaitan dengan bidang tersebut,”
Menurut Baktiono, langkah ini berpotensi menghadirkan pilihan hunian terjangkau di kawasan permukiman yang sudah berkembang, termasuk kampung-kampung di Surabaya.
“Tidak hanya membangun rumah-rumah baru dan membeli tanah untuk pembangunan rumah baru, tetapi juga bisa membeli rumah-rumah bekas milik warga. Kemudian dikembangkan dengan berbagai ukuran dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga ekonomis,”
Penyediaan material konstruksi
Selain properti, Baktiono mendorong Yekape mempertimbangkan usaha penyediaan material konstruksi untuk mendukung kebutuhan pembangunan di Kota Surabaya. Ia menyebut beberapa jenis material yang dapat dijajaki.
- semen
- pasir
- panel bangunan
- genteng
- paku
- box culvert berukuran kecil untuk drainase
Baktiono menyatakan pasar material dapat menyasar kebutuhan pembangunan pemerintah kota maupun kerja sama dengan kontraktor pelaksana proyek. Namun, pelaksanaan usaha harus memperhitungkan kemampuan perusahaan, kebutuhan pasar, dan mekanisme pengadaan yang berlaku.
Strategi harga dan manfaat sosial
Baktiono mengusulkan agar Yekape menerapkan margin keuntungan yang relatif kecil untuk menawarkan harga bersaing. Dengan strategi tersebut, pengembangan usaha diharapkan tidak hanya memperkuat pendapatan perusahaan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau harganya bisa lebih murah karena kita mengambil margin yang kecil, tujuannya untuk membantu perekonomian di Surabaya supaya lebih baik dan membantu masyarakat agar lebih berdaya,”
Konsekuensi dan prospek
Usulan ini dimaksudkan sebagai alternatif pengembangan bisnis Yekape di tengah ketidakpastian ekonomi. Jika direalisasi, langkah tersebut berpotensi memperluas pilihan hunian terjangkau dan mendukung pembangunan infrastruktur lokal. Keputusan akhir akan bergantung pada kajian kelayakan, kapasitas perusahaan, dan aturan pengadaan yang berlaku.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Tekankan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah di Pamekasan
Hj. Ansari mendorong peningkatan kompetensi kepala madrasah, pembentukan karakter, dan partisipasi publik da...
Dividen BUMD Jatim Didominasi Bank Jatim, DPRD: Evaluasi Direksi
DPRD Jatim minta evaluasi direksi setelah lebih dari 85% setoran dividen BUMD berasal dari Bank Jatim; BUMD...
Novita Hardini Targetkan Aktivasi 157 Desa Kreatif di Trenggalek
Novita Hardini menargetkan aktivasi 157 desa kreatif di Trenggalek lewat kolaborasi dengan Kementerian Ekono...
DPRD Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang
Ketua DPRD Kota Malang mendorong Disnaker PMPTSP melakukan pendataan ketenagakerjaan menyeluruh sebagai dasa...
PDIP Jatim Gelar Berani Berkomedi untuk Salurkan Kritik Publik
PDIP Jatim menggelar 'Berani Berkomedi' di Malang (28/10/2026) untuk menyalurkan kritik publik lewat stand-u...
DPRD Jember Bentuk Pansus untuk Kajian Hibah Tanah Kejari
DPRD Jember membentuk pansus untuk mengkaji rencana hibah lahan 27.153 m2 di Kedawung kepada Kejari, termasu...