Politik

Dividen BUMD Jatim Didominasi Bank Jatim, DPRD: Evaluasi Direksi

Bagikan:
Rapat pembahasan kinerja BUMD Jawa Timur dan kontribusi dividen

SURABAYA — Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mendorong evaluasi kinerja direksi BUMD setelah data menunjukkan kontribusi dividen masih terkonsentrasi pada satu perusahaan. Pernyataan itu disampaikan Rabu (28/10/2026) menyusul temuan bahwa lebih dari 85 persen setoran dividen BUMD Provinsi Jawa Timur berasal dari Bank Jatim. Tujuan evaluasi adalah mendorong BUMD lain meningkatkan omzet, pendapatan, dan setoran dividen kepada pemerintah provinsi.

Dominasi Bank Jatim pada setoran dividen

Menurut Fuad, ketergantungan terhadap satu perusahaan menunjukkan ketidakseimbangan kontribusi BUMD terhadap keuangan daerah. Kondisi ini dinilai mengurangi daya ungkit potensi perusahaan daerah lain untuk menambah penerimaan provinsi.

BUMD yang menjadi sorotan

Fuad menyebut beberapa perusahaan daerah yang perlu perhatian khusus. Ia berharap perusahaan-perusahaan ini dapat memperbaiki kinerja bisnis dan meningkatkan kontribusi dividen.

  • PT Panca Wira Usaha Jatim (PWU)
  • PT Jatim Grha Utama (JGU)
  • PT Petrogas Jatim Utama (PJU)

Permintaan kenaikan target dan respons perusahaan

Sebelumnya Komisi C DPRD Jawa Timur meminta agar target pendapatan sejumlah BUMD ditingkatkan. Namun, Fuad menyatakan permintaan itu belum sepenuhnya direspons karena manajemen perusahaan belum yakin dapat memenuhi target yang lebih tinggi. Bahkan, beberapa BUMD sempat menurunkan target pendapatan.

Sudah dari Komisi C juga diminta naik, tetapi mereka enggak yakin.

Evaluasi direksi dan momentum pergantian pimpinan

Fuad menilai masalah ini memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perusahaan, termasuk kompetensi direksi dalam merumuskan strategi bisnis dan mengembangkan potensi usaha. Ia menekankan bahwa BUMD tak cukup hanya menjalankan operasional, tetapi harus mampu meningkatkan omzet dan menghasilkan dividen lebih besar.

Harapannya, nanti terpilih Dirut PWU yang kompeten dan bisa menaikkan omzet serta dividen.

Dia menyoroti bahwa masa jabatan direktur utama PT Panca Wira Usaha Jatim akan berakhir pada 2027. Menurutnya, pergantian pimpinan harus dimanfaatkan memilih sosok yang mampu mengakselerasi kinerja perusahaan.

Dampak dan harapan ke depan

Fuad berharap pembentukan badan baru yang khusus menangani BUMD dapat memperkuat pembinaan dan mendorong peningkatan kinerja perusahaan daerah. Dengan pembenahan manajemen, penguatan strategi bisnis, dan evaluasi direksi, diharapkan kontribusi BUMD terhadap pendapatan Jawa Timur menjadi lebih merata dan meningkat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait