Ina Ammania: Pendidikan Madrasah Harus Bentuk Karakter
BONDOWOSO — Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan madrasah tidak hanya diukur dari nilai rapor dan koleksi piala. Pernyataan itu disampaikan saat acara Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) dengan tema “Membangun Generasi Emas Madrasah” di Hotel Grand Padis, Bondowoso, Rabu (28/10/2026).
Inti pesan: akademik, akhlak, dan kecakapan sosial
Ina mengatakan pendidikan madrasah harus menerapkan tiga pilar secara bersamaan: prestasi akademik, akhlak mulia, dan kecakapan sosial. Ketiganya diperlukan agar lulusan tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Prestasi akademik membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan berpikir. Akhlak mulia menjadi pedoman dalam menggunakan ilmu, sedangkan kecakapan sosial membentuk kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,”
Ia mengingatkan perlunya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan kemampuan berpikir kritis, pemanfaatan teknologi, kerja sama, serta kemampuan menghargai perbedaan.
“Prestasi yang diraih melalui kecurangan, seperti menyontek, bukan keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya,”
Peran guru dan pencegahan negatif
Ina meminta guru menahan diri dari memberi label negatif kepada siswa yang mendapat nilai rendah. Guru wajib memberi pendampingan dan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Selain itu, madrasah diminta aktif mencegah perundungan. Pendidikan etika digital juga penting untuk membekali siswa menyaring informasi dan menghindari penyebaran hoaks.
Empat langkah penguatan pendidikan karakter
Dalam paparan tersebut, Ina merinci empat langkah konkret untuk memperkuat pendidikan karakter di madrasah:
- Menjadikan guru sebagai teladan dalam sikap dan tindakan.
- Mengintegrasikan nilai moral ke seluruh mata pelajaran.
- Memberi siswa ruang untuk mempraktikkan perilaku positif dalam kegiatan nyata.
- Menilai perkembangan siswa secara menyeluruh, tidak hanya berdasar nilai akademik.
Kolaborasi antar-pemangku kepentingan
Ina menekankan bahwa pembentukan generasi emas tidak bisa berjalan sendiri. Madrasah perlu berkolaborasi dengan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sinergi itu penting agar pendidikan menghasilkan siswa yang berprestasi sekaligus berkarakter.
Dengan pendekatan holistik, Ina berharap madrasah dapat menjadi lembaga pendidikan yang mencetak lulusan berdaya saing dan berintegritas. Upaya ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan sosial dan teknologi yang semakin kompleks.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Kelompok Tani Hutan Dilibatkan Cegah Karhutla di Tulungagung
Erma Susanti mendorong pelibatan kelompok tani hutan di Tulungagung untuk deteksi dini dan pencegahan karhut...
Kelompok Tani Hutan Didorong Cegah Karhutla di Tulungagung
Erma Susanti mendorong peran kelompok tani hutan untuk deteksi dini dan pencegahan karhutla di Tulungagung,...
Rehabilitasi Mangrove di Banyuwangi Didorong Seiring Kesejahteraan Pesisir
Rehabilitasi mangrove di Banyuwangi harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan pesisir agar p...
Rijanto: Kekompakan dan Sportivitas Jadi Modal Turnamen Voli
Bupati Blitar Rijanto buka Turnamen Voli di Garum (27/10/2026), menekankan kekompakan, disiplin, dan sportiv...
Hari Sumpah Pemuda: Mengembalikan Jiwa Kebangsaan Lewat Literasi
Peringatan Hari Sumpah Pemuda mengingatkan perlunya mengembalikan jiwa kebangsaan lewat literasi, bukan seka...
Trenggalek Kirim 126 Atlet ke Popda XV & Peparpeda III Jawa Timur
Trenggalek memberangkatkan 126 atlet untuk Popda XV dan Peparpeda III Jatim 2026, berkompetisi di 16 cabor d...