Kelompok Tani Hutan Dilibatkan Cegah Karhutla di Tulungagung
Surabaya, 28 Oktober 2026 — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong keterlibatan kelompok tani hutan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tulungagung. Ia menilai masyarakat yang tinggal dan bercocok tanam di sekitar hutan berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan kebakaran.
Peran kelompok tani hutan
Erma menyebut kelompok tani hutan tersebar di berbagai wilayah Tulungagung, termasuk kawasan pegunungan yang masuk program perhutanan sosial dan KHDPK. Menurutnya, keterlibatan mereka bisa mempercepat deteksi titik panas dan memperkuat upaya pencegahan di tingkat lokal.
"Kalau menurut saya, memang yang paling bagus adalah bagaimana melibatkan masyarakat. Ada kelompok tani hutan yang mereka itu hidup dan tentunya bercocok tanam di sekitar hutan,"
Dengan pemantauan rutin dari warga setempat, potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat daripada sistem yang hanya mengandalkan patroli jarak jauh.
Pencegahan dan sosialisasi tanpa bakar
Selain deteksi, Erma menekankan peran kelompok tani dalam menyosialisasikan cara membuka dan membersihkan lahan tanpa pembakaran. Praktik membakar lahan, termasuk lahan tebu, berisiko memicu kebakaran yang merembet ke hutan.
"Jadi, bisa mendeteksi secara cepat juga pencegahan dan sosialisasi terkait dengan bagaimana kemudian membuka lahan atau membersihkan lahan, biasanya tebu ya, itu tidak dengan cara membakar, harus dengan cara yang lain,"
Pelibatan kelompok tani dinilai dapat mempercepat perubahan praktik pertanian menuju metode yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dampak terhadap ketahanan ekonomi dan lingkungan
Erma juga mengingatkan bahwa kerusakan hutan akibat kebakaran berdampak langsung pada kehidupan dan penghasilan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Oleh karena itu, akses pengelolaan lahan untuk mendukung ekonomi lokal perlu diimbangi tanggung jawab menjaga kelestarian hutan.
"Karena menurut saya, kelompok tani hutan itu pasti punya komitmen untuk menjaga hutannya agar tidak terus kebakaran terjadi,"
Ia menilai pemberian hak pengelolaan harus disertai program pendidikan dan insentif agar praktik pengelolaan lahan ramah lingkungan dapat berjalan.
Situasi lapangan saat ini
Terkait kondisi karhutla di Tulungagung, Erma menyampaikan hujan yang mulai turun di wilayah itu diharapkan membantu upaya pemadaman.
"Alhamdulillah ini sudah hujan dan Tulungagung juga sudah hujan, jadi antisipasi dan tentunya pemadaman terhadap karhutla yang ada di Tulungagung mungkin akan lebih mudah,"
Pelibatan kelompok tani hutan dinilai sebagai langkah pragmatis dan berkelanjutan untuk memperkuat pencegahan karhutla. Ke depan, integrasi peran masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah dan program perhutanan sosial diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran dan menjaga kesejahteraan warga setempat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Warga Dukung Normalisasi Sungai Gonggo, Minta Kepastian Ganti Rugi
Warga Dusun Ringinagung mendukung normalisasi Sungai Gonggo untuk cegah banjir, namun menuntut kepastian gan...
Ponorogo Dorong Kenaikan Alokasi PBID dalam RAPBD 2027
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo mendorong peningkatan alokasi PBID dalam RAPBD 2027 untuk mendukung jami...
PDIP Dorong Integrasi Trans Jatim dengan Feeder, Terminal, Stasiun
Fraksi PDIP DPRD Jatim mendesak integrasi Trans Jatim dengan feeder, terminal, dan stasiun untuk kemudahan,...
Ribuan Muslimat NU Ikut Senam Massal, Didorong Perkuat Peran di Blitar
Bupati Blitar mengajak lebih dari 3.000 Muslimat NU memperkuat peran dalam pembangunan daerah lewat program...
Ina Ammania: Guru Madrasah Jangan Serahkan Pendidikan ke AI
Ina Ammania mengingatkan guru madrasah tidak menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada AI; peran keteladanan, k...
Ski Air Ngawi Bidik 20 Medali di Popda Jatim XV 2026
Ski air Ngawi menargetkan 20 medali (10 emas) pada Popda Jatim XV 6–11 November 2026 sebagai tuan rumah dan...