Ribuan Muslimat NU Ikut Senam Massal, Didorong Perkuat Peran di Blitar
Bupati Blitar Rijanto mengajak lebih dari 3.000 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat peran dalam pembangunan daerah. Ajakan itu disampaikan saat Senam Massal Mustika Segar bertajuk Muslimat Cantik Sehat dan Bugar di Alun-Alun Kanigoro, Selasa, 27 Oktober 2026. Rijanto menekankan peran organisasi kemasyarakatan untuk mendukung program kesehatan keluarga, kepedulian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian Senam dan suasana kegiatan
Senam massal berlangsung meriah dan diikuti antusias oleh peserta dari berbagai kecamatan. Selain senam, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama; panitia menyediakan 3.000 porsi nasi pecel dan telur gratis untuk peserta. Panitia juga menyerahkan piala kepada anggota Muslimat NU yang meraih juara dalam perlombaan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Ajakan sinergi antara pemerintah dan Muslimat NU
Rijanto menilai pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan organisasi seperti Muslimat NU diperlukan agar program dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan berdampak nyata.
"Saya sangat bangga melihat lebih dari 3.000 Muslimat NU hadir dengan kompak dan semangat luar biasa. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang bisa menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan Kabupaten Blitar," ujar Rijanto.
Politisi PDI Perjuangan itu mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Muslimat NU, terutama untuk membangun keluarga sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Program Muslimat NU untuk kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan
Ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar, Muhtatimah Yasin, menyatakan Senam Mustika Segar merupakan bagian dari upaya mendorong pola hidup sehat dan memperkuat peran perempuan. Ia menegaskan bahwa kesehatan anggota menjadi modal untuk berdaya di keluarga dan masyarakat.
"Muslimat NU harus sehat dulu, bugar dulu, baru bisa berdaya untuk keluarga dan umat," ujar Muhtatimah.
Selain Mustika Segar, Muslimat NU Kabupaten Blitar mengembangkan dua program lain untuk menjawab persoalan lokal:
- Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan)
- Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem)
Ketiga program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesehatan keluarga, kepedulian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Lewat program ini, Muslimat NU berharap anggotanya tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Dampak lokal dan harapan ke depan
Rijanto berharap semangat kebersamaan dan gotong-royong yang muncul dalam kegiatan tidak berhenti pada peringatan Hari Santri. Ia mengajak Muslimat NU dan pemerintah daerah memperkuat kolaborasi agar program-program kesehatan dan pemberdayaan dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak keluarga di Kabupaten Blitar.
Senam massal dan rangkaian kegiatan ini menjadi wadah mempertemukan aspirasi organisasi perempuan dengan agenda pembangunan daerah, sekaligus menunjukkan potensi kontribusi komunitas lokal dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Mbah Jenggot: Bertahan Menjaga Langen Tayub di Tuban
Sejak 2001 Suparminto alias Mbah Jenggot menjaga Langen Tayub Tuban; ia mengurus pertunjukan sekaligus beker...
Mbah Jenggot, Cucuk Lampah Langen Tayub yang Bertahan di Tuban
Suparminto (Mbah Jenggot) menjaga Langen Tayub Tuban sejak 2001; mengatur pertunjukan dan bekerja sebagai bu...
Ratusan Rider Ngetrail di Trenggalek Gelar Bakti Sosial untuk Masjid
Ratusan rider ngetrail di Trenggalek (25/10/2026) melakukan bakti sosial untuk mendukung renovasi Masjid Dar...
Pemkab Bangkalan Prioritaskan BBM untuk Petani Hadapi Kelangkaan
Pemkab Bangkalan keluarkan edaran prioritas BBM untuk petani menyusul kelangkaan solar dan pertalite sejak 1...
Polusi Udara Surabaya Naik, Pemkot: Truk Industri dan Komuter Penyebab
Kualitas udara Surabaya terpantau tidak sehat (PM2.5 120–153) pada 26 Okt 2026; Pemkot menyebut truk industr...
Surabaya atasi polusi udara lewat jam truk dan SRRL
Pemkot Surabaya atur jam melintas truk dan bangun SRRL plus Wira-Wiri untuk kurangi emisi dan kemacetan, pem...