Politik

Ansari Tekankan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah di Pamekasan

Bagikan:

PAMEKASAN — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan karakter peserta didik, dan pengawasan pelaksanaan program pemerintah untuk mendorong mutu pendidikan yang lebih baik. Pernyataan itu disampaikan saat Workshop Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dalam Supervisi Akademik dan Manajerial di Aula Hotel Madinah, Pamekasan, Rabu, 28 Oktober 2026.

Fokus pelatihan dan pesan utama

Dalam kegiatan yang dikemas sebagai Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Ansari mengatakan peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari niat tiap individu untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Ia menyoroti peran guru dan tenaga kependidikan dalam memperbarui pengetahuan agar dapat menjalankan tanggung jawab secara lebih efektif.

Kita harus meng-upgrade diri. Harus terus belajar.

Pendidikan sebagai investasi jangka panjang

Ansari mengingatkan agar pendidikan tidak hanya dilihat dari keuntungan ekonomi dalam jangka pendek. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membuka kesempatan dan menyiapkan seseorang menghadapi perubahan.

Kita tidak tahu suatu saat roda berputar.

Peran keluarga dan keteladanan

Selain meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Ansari menekankan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Ia menyatakan pendidikan tidak berhenti di sekolah karena orang tua adalah pendidik pertama.

Ia meminta pembiasaan yang dilakukan guru di sekolah mendapat dukungan yang sama di rumah. Menurutnya, keteladanan orang dewasa — baik orang tua maupun guru — berpengaruh besar terhadap proses pembentukan karakter anak.

Harus berkesinambungan antara sekolah dan di rumah.

Pengawasan program dan partisipasi masyarakat

Ansari juga mendorong masyarakat serta pengelola lembaga pendidikan aktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dan kendala yang dihadapi. Ia menegaskan pengawasan terhadap program pemerintah tidak cukup hanya dilakukan lembaga negara, melainkan memerlukan keterlibatan publik.

Rekomendasi praktis

Dalam rangka memperkuat pelaksanaan rekomendasi selama workshop, Ansari mengimbau langkah-langkah berikut:

  • Peningkatan kapasitas dan pelatihan berkelanjutan untuk kepala madrasah dan guru.
  • Penguatan kerja sama sekolah dengan keluarga untuk konsistensi pembelajaran karakter.
  • Saluran aspirasi bagi masyarakat dan pengelola lembaga untuk pengawasan program pemerintah.
  • Penerapan supervisi akademik dan manajerial yang lebih ketat di tingkat madrasah.

Pesan Ansari menegaskan pentingnya kesabaran, konsistensi, dan keterlibatan banyak pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Upaya tersebut dinilai krusial agar pendidikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dan masyarakat luas.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait