Politik

Bank Suroboyo Pertahankan Kinerja Positif 5 Tahun Berturut-turut

Bagikan:
Gedung Bank Suroboyo BPR SAU dengan logo di Surabaya

SURABAYA — Bank Suroboyo (BPR Surya Artha Utama) berhasil mempertahankan kinerja positif selama lima tahun berturut-turut. Hal itu terungkap saat kunjungan kerja Komisi B DPRD Surabaya pada Jumat, 30 Oktober 2026. DPRD memberi apresiasi sekaligus meminta bank milik Pemkot Surabaya menjaga prestasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri perbankan.

Pengakuan industri dan peringkat

Pihak bank memaparkan bahwa Bank Suroboyo mendapat penilaian dari Majalah Infobank dan termasuk dalam jajaran BPR terbaik dari sekitar 1.300 BPR di Indonesia. Berdasarkan kategori total aset di atas Rp100 miliar, bank ini menempati peringkat ke-11.

Selain itu, Bank Suroboyo tercatat masuk kelompok 38 BPR yang dinilai memiliki ketahanan kinerja (resilience) selama lima tahun berturut-turut. Pencapaian ini menjadi dasar DPRD memberi apresiasi resmi.

Kunjungan Komisi B dan harapan DPRD

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, yang akrab disapa Buleks, menyatakan kunjungan bertujuan mengecek perkembangan usaha, pertumbuhan kinerja, dan kontribusi bank terhadap perekonomian daerah.

"Pertama tadi kita menyampaikan terkait pertumbuhannya, perkembangan BPR SAU seperti apa. Alhamdulillah, BPR SAU mendapatkan penilaian dari Majalah Infobank dan termasuk BPR yang terbaik selama lima tahun berturut-turut dari seluruh BPR di Indonesia yang jumlahnya sekitar 1.300-an,"

Buleks menilai mempertahankan kinerja secara konsisten bukan hal mudah di tengah persaingan perbankan. Ia mendorong Bank Suroboyo tidak hanya puas dengan peringkat, tetapi juga terus memperluas jangkauan usaha dan memperbaiki tata kelola.

Respons manajemen: produk dan digitalisasi

Direktur Utama BPR SAU, Renny Wulandari, mengatakan manajemen telah menyiapkan langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian. Fokus utama adalah inovasi produk serta penguatan layanan digital.

"Yang jelas, Bank Suroboyo tetap berupaya mengembangkan produk-produknya. Khususnya sekarang, kami fokus pada pengembangan digitalisasi. Karena sekarang sudah eranya digital. Meskipun investasinya cukup besar, kami harus siap agar tetap bisa berkompetisi dan mengikuti perkembangan industri perbankan,"

Renny menekankan transformasi digital menjadi kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku nasabah. Menurutnya, meski memerlukan investasi besar, digitalisasi penting untuk menjaga daya saing dan meningkatkan kualitas layanan.

Dampak terhadap perekonomian lokal dan prospek

DPRD berharap penguatan kinerja Bank Suroboyo diikuti kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Kota Surabaya. Pengembangan produk dan layanan digital diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal dan mendorong inklusi keuangan.

Dengan pengakuan industri yang sudah diraih, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kinerja sambil memperbaiki layanan, memperluas jangkauan usaha, dan mempertahankan tata kelola profesional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait