10 Atlet Sambo Bojonegoro Berangkat ke Kejurprov Jatim 2026
BOJONEGORO — Sepuluh atlet Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga dalam Kejurprov Sambo Jawa Timur 2026, yang digelar selama tiga hari mulai Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026) di Gelanggang Remaja Surabaya. Pelepasan berlangsung di Bojonegoro dan dihadiri pembina serta pengurus Sambo daerah.
Pelepasan dan arahan pembina
Pelepasan atlet dipimpin oleh Bambang Sutriyono, yang selain menjabat sebagai Pembina Olahraga Beladiri Sambo Kabupaten Bojonegoro juga adalah Wakil Ketua II DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia memberikan motivasi agar atlet bertanding maksimal dan menjaga nama baik daerah.
"Sambo ini adalah olahraga beladiri yang mengedepankan teknik, mental, dan kehormatan. Saya berharap anak-anakku semua bertanding dengan penuh keberanian, tanpa beban. Kalah menang itu biasa, yang penting kalian sudah berjuang maksimal untuk Bojonegoro,"
Kategori pertandingan dan daftar atlet
Atlet Bojonegoro akan turun pada dua kategori utama: Sport dan Combat, untuk nomor putra dan putri. Keikutsertaan ini dimanfaatkan untuk mengukur peta kekuatan daerah sekaligus menambah pengalaman tanding di level provinsi.
Kategori Putri:
- Hilal Nur Choiri (Sport -54 kg)
- Siti Lystia Choirotus Sholihah (Combat -50 kg)
- Hasna Adelia Rofida (Combat -54 kg)
- Desiy Nur Mala Sari (Combat -59 kg)
Kategori Putra:
- Sefian Manda Pratama (Sport -53 kg)
- Muhammad Faiq Mahza Hadyan (Sport -64 kg)
- Sidik Wahyudi (Combat -53 kg)
- Muhammad Yunus Abdillah (Combat -58 kg)
- Ahmad Bahri Prahmono (Combat -64 kg)
- Dimas Dwi Putra Murdyanou (Combat -71 kg)
Tujuan pembinaan dan dukungan
Bambang menegaskan bahwa keikutsertaan di Kejurprov Jatim 2026 merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan atlet Bojonegoro ke level yang lebih tinggi, termasuk Porprov dan PON. Ia juga mengingatkan agar atlet menjaga kekompakan, kesehatan, dan sportivitas selama bertanding.
"Target kita bukan hanya di Kejurprov ini. Kita sedang menyiapkan atlet-atlet Bojonegoro untuk level yang lebih tinggi, seperti Porprov bahkan PON. Saya titip jaga kekompakan, jaga kesehatan, dan jaga nama baik Bojonegoro," tegasnya.
Pihak penyelenggara daerah menyampaikan apresiasi kepada KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora), serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas fasilitas dan dukungan yang diberikan untuk pengembangan cabang olahraga Sambo.
Partisipasi sepuluh atlet ini diharapkan memberi pengalaman tanding penting dan menjadi tolok ukur pembinaan daerah ke depan. Hasil Kejurprov akan menjadi bahan evaluasi untuk program latihan dan persiapan menuju kompetisi tingkat lebih tinggi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Warga Karangsari Protes Pengelolaan HGU PT Makarti di Banyuwangi
Warga Karangsari protes pengelolaan HGU PT Makarti seluas >125 ha; tuntut transparansi dan manfaat ekonomi,...
Green Community Championship: Novita Ajak Trenggalek Pilah Sampah
Novita Hardini dorong pemilahan sampah dari rumah lewat Green Community Championship yang melibatkan TP PKK...
Komisi III Dorong Penegakan Hukum Ketat dan Pengawasan Vape di Lamongan
Gus Falah minta polisi proses pengedar narkoba maksimal dan pengawasan vape diperketat untuk lindungi genera...
Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo, kata Hari Yulianto
Hari Yulianto minta warga ubah perilaku soal sampah; dukungan BKK Rp300 juta Sidoarjo 2027 perlu diikuti pem...
Hari Yulianto: Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo
Hari Yulianto menilai kesadaran warga jadi kunci atasi sampah. BKK Rp300 juta Sidoarjo 2027 efektif jika per...
PDIP Jember Ajak Generasi Z Tidak Apatis pada Politik
Widarto mengajak generasi Z Jember tak apatis, aktif memberi kritik dan menyaring informasi lewat nonton bar...