Kediri Perbaiki Data Bansos lewat Pendataan Kependudukan Digital
KEDIRI — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pendataan kependudukan digital harus mencerminkan kondisi riil warga agar bantuan sosial tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan saat sosialisasi perbaikan data desil dan percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kediri, terkini per 28 Oktober 2026.
Pentingnya data akurat untuk ketepatan bansos
Mas Dhito, sapaan Bupati, mengatakan perbaikan data kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Pendataan harus melibatkan berbagai pihak agar warga yang berhak tidak kehilangan akses bantuan.
"Bahwa sekarang dilakukan pendataan kependudukan secara digital, (tapi) untuk memperbaiki ketepatan bantuan sosial dan sebagainya itu tidak bisa dilakukan oleh Dinas Dukcapil sendiri,"
Ia menekankan pendataan tidak boleh didasarkan pada preferensi pribadi seperti like and dislike, melainkan bukti kondisi ekonomi nyata setiap rumah tangga.
Aktivasi IKD dan agen Perlinsos
Pemkab Kediri menjalankan program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian pembangunan sistem perlindungan sosial berbasis digital. Sampai 28 Oktober 2026, tercatat 54.605 warga telah melakukan aktivasi IKD.
Selain itu, pemerintah kabupaten menyiapkan agen Perlinsos untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pendataan. Hingga kini tercatat lebih dari 5.000 agen terdaftar.
Keberadaan agen diharapkan membuka ruang bagi warga untuk mengusulkan nama-nama yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial. Langkah ini dimaksudkan agar perbaikan data tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga mengakomodasi informasi dari lingkungan masyarakat.
Peran RT/RW dan verifikasi berbasis lingkungan
Bupati menyatakan pendekatan pendataan harus dilakukan dari bawah (bottom up), dengan RT dan RW berperan memverifikasi kondisi sosial ekonomi di lingkungannya. Verifikasi lokal dianggap penting untuk mengoreksi data yang tertukar antar-desil.
"Saya berharap RT/RW ini bisa membantu kami melakukan koreksi bantuan sosial yang mana saat ini banyak juga desil yang tertukar,"
Dengan keterlibatan pemerintah desa, RT/RW, agen Perlinsos, dan masyarakat, Pemkab Kediri berharap akurasi data kemiskinan meningkat sehingga bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong aktivasi IKD dan pelibatan agen serta RT/RW untuk memperkuat mekanisme verifikasi lapangan. Tujuannya memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif sesuai kebutuhan warga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Keluhkan Tak Terima Bantuan Sejak 1995
Guru madrasah diniyah di Pamekasan mengeluhkan tak menerima bantuan kesejahteraan sejak 1995 dan meminta pem...
Kasus Batu Yoni dan Gumuk Lumpang Jember Belum Terungkap
DPRD Jember: penyelidikan hilangnya dua batu yoni dan perusakan situs Gumuk Lumpang belum menunjukkan perkem...
ASN Blitar Kerja Bakti di Pasar lewat Gerakan ASRI
ASN Blitar dikerahkan dalam Gerakan ASRI untuk membersihkan Pasar Kanigoro dan Sutojayan pada 30 Oktober 202...
Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim
Novita Hardini mendorong pemuda Trenggalek mengubah hobi jadi profesi lewat industri gim untuk menciptakan k...
Novita Dorong Pemuda Trenggalek Manfaatkan Industri Gim
Novita Hardini ajak pemuda Trenggalek kembangkan keterampilan industri gim agar hobi jadi karya bernilai eko...
Bupati Sumenep Ajak Teladani Leluhur dalam Ziarah Hari Jadi ke-757
Bupati Sumenep pimpin ziarah di Asta Tinggi pada Hari Jadi ke-757 dan ajak masyarakat meneladani perjuangan...