Politik

Kediri Dorong Warga Ajukan Sanggahan Jika Desil Bansos Tak Sesuai

Bagikan:
Yuzar Rasyid berbicara dalam sarasehan warga Kota Kediri

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengimbau warga segera mengajukan sanggahan jika angka desil bantuan sosial tidak mencerminkan kondisi ekonomi keluarga. Ajakan disampaikan saat sarasehan bersama warga di Jalan Ronggojali, Kelurahan Ngronggo, Minggu (1/11/2026), dengan tujuan memperbaiki data agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Sanggahan desil: bagaimana dan ke mana diajukan

Yuzar meminta warga yang merasa masuk kelompok desil keliru untuk menggunakan aplikasi Perlin Sos atau datang langsung ke kantor kelurahan. Pengajuan harus disertai bukti pendukung agar petugas dapat melakukan verifikasi ulang.

Proses sanggahan akan melibatkan pendampingan petugas dan ketua RT setempat. Verifikasi ini dimaksudkan agar data yang diperbarui benar-benar menggambarkan kondisi rumah tangga.

Mengapa desil bisa berubah

Menurut Yuzar, perubahan desil banyak dipengaruhi pemutakhiran data oleh pemerintah pusat yang mengaitkan data dengan NIK. Sistem menggunakan informasi rekening, pinjaman, dan aset yang tercatat untuk menghitung tingkat kesejahteraan.

"Transaksi rekening yang tinggi belum tentu milik sendiri, bisa saja hanya titipan uang keluarga. Namun sistem membacanya begitu sehingga desil ikut naik,"

Dengan demikian, angka transaksi tidak selalu mencerminkan kemampuan ekonomi pemilik NIK secara utuh.

Dokumen yang perlu disiapkan

Yuzar menjelaskan warga perlu membawa bukti-bukti yang menggambarkan situasi ekonomi keluarga saat mengajukan sanggahan. Bukti akan memperkuat proses verifikasi lapangan.

  • Foto kondisi tempat tinggal
  • Dokumen pendukung penghasilan atau ketidakmampuan ekonomi
  • Surat keterangan RT/RW jika diperlukan

Konsultasi hukum dan sosialisasi KUHP

Selain persoalan data bansos, sarasehan menyediakan sesi konsultasi hukum gratis bersama Kharisma SH. Ia menyosialisasikan perubahan pada KUHP baru, termasuk opsi pidana bersyarat, kerja sosial, dan keadilan restoratif untuk perkara tertentu.

Kharisma juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan media sosial karena aktivitas digital dapat berujung konsekuensi hukum.

Implikasi dan tindak lanjut

Yuzar berharap kegiatan ini meningkatkan pemahaman warga tentang mekanisme pengajuan sanggahan dan pentingnya data akurat untuk penyaluran bantuan. Pendekatan verifikasi yang melibatkan lingkungan dinilai krusial untuk memperbaiki basis data kesejahteraan.

Acara diakhiri dengan kuis berhadiah sembako sebagai bentuk interaksi dan sosialisasi langsung kepada warga terkait hak dan prosedur yang dapat mereka tempuh.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait